SuaraJatim.id - Diduga akibat memakai kaos beratribut perguruan silat, seorang pelajar SMA jadi korban pengeroyokan. Peristiwa penganiayaan itu terjadi di Desa Banjararum, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.
Korban diketahui berinisial MICD (16), remaja kelas 1 SMA asal Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Kekinian, kasus pengeroyokan telah diusut kepolisian setempat.
Kasat Reskrim Polres Tuban AKP M Adhi Makayasa mengatakan, kasus pengeroyokan bermula saat korban MICD berboncengan dengan temannya dari Kecamatan Plumpang menuju Kecamatan Rengel, Tuban.
“Sesampainya di jalan raya Rengel-Plumpang turut Dusun Boro, Desa Banjararum, Kecamatan Rengel bersisipan dengan rombongan konvoi sepeda motor yang berjalan iring–iringan dari arah barat atau dari arah Rengel,” ujarnya mengutip dari Beritajatim.com --jejaring media Suara.com, Selasa (11/1/2022).
Ia melanjutkan, sekelompok remaja diduga berasal dari Bojonegoro kemudian menyetop korban dan langsung meminta untuk melepas kaos. Sejurus kemudian, pelaku lain langsung memukul korban.
“Korban dihentikan oleh beberapa orang oknum yang ikut rombongan konvoi, kemudian ada beberapa pelaku yang merampas kaos korban yang ada simbol perguruan pencak silatnya. Kemudian juga terjadi kekerasan itu,” sambungnya.
Akibat pengeroyokan itu, korban terluka dan mendapat perawatan di puskesmas terdekat.
“Dari informasi jumlah rombongan konvoi itu sekitar 150 orang. Untuk kondisi korban sudah membaik dan setelah dapat perawatan langsung melaporkan kejadian itu,” paparnya.
Sementara itu, dalam vidoe yang beredar terlihat bahwa sejumlah remaja melakukan pengroyokan terhadap korban di tengah jalan raya Desa Banjararum, Kecamatan Rengel, Tuban. Sejumlah pelaku tampak menendang korban serta motor korban terjatuh di pinggir jalan dan kemudian para pelaku langsung kabur.
Baca Juga: Pak Tua Dihajar, Dicekik Lalu Ditenggelamkan ke Laut Sampai Tewas di Tuban
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Kronologi 8 Ribu Ekor Anak Ayam Mati Terpanggang di Blitar, Hangus Usai Blower Kandang Meledak!
-
Nasabah BRI Hati-hati, Terjadi Penipuan Pakai File APK di Batang!
-
Gubernur Khofifah Serahkan Apresiasi 100 Seniman, 20 Juru Pelihara Cagar Budaya, 46 Sertifikat WBTB
-
Buka Bersama di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Khofifah Apresiasi Izin Kampung Haji Indonesia
-
5 Fakta Viral Sound Horeg di Mojokerto Diprotes: Rusak Rumah Warga, Musik dari Sore Sampai Subuh