SuaraJatim.id - Aksi tipu-tipu berkedok investasi sedang heboh di Lamongan Jawa Timur ( Jatim ). Polisi telah menyita harta tersangka Samudra Zahrotul Bilad (21).
Sebuah rumah mewah di Perumahan Zam-Zam Residance disita polisi bersama sejumlah kendaraan mobil mewahnya. Harta benda tersangka ini disita Penyidik Unit II Tipidter Sat Reskrim Polres Lamongan.
Barang-barang milik tersangka yang disita polisi itu total nilainya mencapai Rp 1,2 miliar. Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Yoan Septi Hendri.
"Kemarin kita sita satu unit rumah, dan hari ini kita sita dua kendaraan," katanya seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Senin (17/1/2022) malam.
Menurut AKP Yoan, pihak kepolisian melakukan penyitaan 1 unit bangunan rumah yang dibeli tersangka senilai Rp 947 juta dan baru dibayar Rp 750 juta.
Sebelum melunasi pembelian rumah ini, tersangka lebih dulu digerebek oleh polisi.
Saat ini, bangunan rumah telah berada dalam penguasaan penyidik untuk dijadikan sebagai barang bukti tindak pidana investasi bodong yang dilakukan oleh mahasiswi asal Dusun Plosolebak, Desa Tambakploso, Turi, Lamongan tersebut.
Tak hanya rumah, 2 unit kendaraannya yakni mobil Toyota Raize warna hijau terbaru senilai Rp 273 juta dan Honda Brio warna merah senilai Rp 125 juta pun turut diamankan oleh polisi dari tangan seorang resellernya yang berada di Tuban, berinisial IN.
Untuk kendaraan Toyota Raize belum keluar plat nomornya dan masih profit. Sedangkan Honda Brio sudah ada plat nomornya. Namun polisi akan terus memburu aset apa saja yang masih disimpan tersangka. "Kita akan telusuri terus," terang AKP Yoan.
Baca Juga: 9 Makanan Khas Jawa Timur Paling Dicari dari Rujak Soto sampai Sego Tempong
Penyidik Unit II Tipidter Sat Reskrim Polres Lamongan berhasil memburu aset 2 unit mobil dari pelaku investasi bodong, Selasa (17/1/2022).
Ditambahkan Yoan, bahwa semakin banyak aset yang bisa diamankan oleh penyidik, maka akan semakin banyak pula korban yang terbantu. “Ya, barangkali bisa membantu para korban,” imbuhnya.
Lebih dalam Yoan menjelaskan, hingga kini korban yang sudah melapor berjumlah 4 orang. Ia mengimbau, para korban lain yang sudah terjerat bisnis investasi bodong yang dijalankan oleh tersangka ini agar segera melaporkan.
Pihaknya memastikan, jika saat ini polisi masih mengembangkan penyidikan dan penyelidikan kasus investasi bodong yang menelan banyak korban ini.
Oleh sebab itu, sejumlah pihak yang terkait juga akan tetap menjadi prioritas pemeriksaan, tak terkecuali para reseller.
Berita Terkait
-
9 Makanan Khas Jawa Timur Paling Dicari dari Rujak Soto sampai Sego Tempong
-
Angelo Alessio: Marko Simic Belum dalam Kondisi Terbaik
-
Belajar dari Kasus Investasi Bodong Selebgram Palembang: Jangan Mudah Percaya Bunga Investasi Melebihi Bunga Bank
-
Tersangka Investasi Bodong, Selebgram Palembang Terancam 4 Tahun Bui
-
Sebelum Ditahan Polisi, Selebgram Palembang Akui Baru Pulang dari Turki
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Jaga Mama Ya: Pesan Terakhir Mualim KM Virgo Sebelum Hilang di Laut Jawa
-
Teror Cicilan Pinjol, Pemuda di Tulungagung Ditemukan Meninggal Usai Pamit ke Kekasih
-
BRI Ukir Prestasi di Industri Olahraga, Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Modus Licik Ban Serep Terbongkar! Sabu 5,4 Kg Jaringan JakartaLombok Disergap di Surabaya
-
Jenazah Tim Medis KMP Virgo 8 Akhirnya Dipulangkan ke Madura