SuaraJatim.id - Tata cara sholat istikharah yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW dikerjakan sebanyak dua rakaat, yang diawali dengan niat dan diakhiri dengan salam. Sholat istikharah sendiri dapat menjadi sarana seorang muslim untuk mendapat petunjuk dari Allah SWT.
Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari berbunyi, “jika di antara kalian hendak melakukan perkara atau urusan, maka rukuklah (shalatlah) dua rakaat kemudian berdoa.”
Selain hadist yang menganjurkan untuk melaksanakan sholat istikharah, ada juga ayat Alquran yang membahas mengenai sholat tersebut,
Hal tersebut tertuang dalam QS. Albaqarah ayat 216 yang memiliki arti, “boleh jadi kamu membeci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu: Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
Jika dikaji dari surat tersebut, maka sangat disarankan untuk melaksanakan sholat istikharah untuk menjawab setiap urusan atau kebingungan terhadap pilihan yang mendesak agar Allah SWT memberi petunjuk terbaik atas hal tersebut.
Melansir dari berbagai sumber yang diakses pada Kamis (3/2/2022), ada tata cara melaksanakan sholat isikharah yang bisa dilakukan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
Adapun waktu terbaik untuk melaksanakan sholat istikharah ini adalah pada saat mulai jam 10 malam hingga jam 1 dini hari. Berikut tata caranya:
1. Membaca niat sholat istikharah. Adapun niatnya adalah sebagai berikut:
"Ushallii sunnatal-istikhaarati rak'ataini lillaahi ta'alaa. Allaahu akbar."
Baca Juga: Bacaan Doa Ketika Mendengar Suara Aneh, Tetap Tenang dan Jangan Takut karena Allah SWT Melindungi
Artinya: "Aku niat salat sunah istikhrah dua rakaat karena Allah Ta'ala. Allaahu akbar."
2. Lalu melakukan takbiratul ihram dengan memba takbir, “Alllahu Akbar.”
3. Lantas kedua tangan bersedekap atau menumpangkan kedua tangan di atas dada sambil membaca doa iftitah. Adapun doanya adalah sebagai berikut:
“Allahu akbar, kabirau walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukrotaw washila. inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal arha hanifam muslimaw wa ma ana minal musyrikin. inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin la syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin.”
Artinya, “Allah maha besar, maha sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan petang. Kuhadapkan wajahku kepada Dzat yang mencipta langit dan bumi dalam keadaan lurus dan pasrah. Dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan Allah. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku semata hanya untuk Allah Tuhan Semua Alam, tiada sekutu bagi-Nya. dan begitulah aku diperintahkan dan aku dari golongan orang muslim.”
4. Membaca surat Al fatihah
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Tidak Ada Berita Seharga Nyawa: Aksi Solidaritas Wartawan untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
-
Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan
-
Dipecat PDIP Usai Kunjungi Jokowi, Achmad Hidayat Singgung Eri-Armuji
-
Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan
-
Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat