SuaraJatim.id - Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana melakukan revialisasi tambak di sejumlah wilayah Indonesia .
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Jatim angkat bicara mengenai rencana pemerintah tersebut.
Anggota Komisi B DPRD Jatim yang membidangi perekonomian, Erma Susanti mendukung rencana pemerintah untuk revitalisasi yang dilakukan KKP.
"Revitalisasi tambak bukan sekadar soal infrastruktur. Ini soal masa depan ekonomi masyarakat pesisir. Banyak tambak kita rusak dan tidak lagi produktif," ujar Erma, Jumat, 25 Juli 2025.
Namun demikian, Erma mengingatkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan pemerintah dalam melakukan revitalisasi tambak.
Politikus Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur itu menekankan, revitalisasi tambak harus menyentuh sejumlah aspek teknis.
Beberapa hal yang wajib diperhatikan, di antaranya perbaikan tata air, penyediaan benih unggul, akses pakan berkualitas, hingga pelatihan budi daya modern.
Pemerintah wajib memerhatikan sejumlah aspek tersebut untuk menjaga kualitas produksi perikanan. Jangan sampai program ini justru menjadi celah bagi masuknya investor besar yang menggeser petambak kecil.
"Petani tambak jangan hanya jadi penonton. Pemerintah harus hadir melindungi mereka, bukan membuka jalan untuk penguasaan lahan oleh korporasi besar," tegasnya.
Baca Juga: Jawa Timur Terancam Kehilangan Triliunan, DPRD Usulkan Solusi Maksimalkan PAD
Selain itu, penting juga diperhatikan mengenai akses pembiayaan, pendampingan usaha, serta jaminan pasar bagi hasil budi daya tambak lokal. "Yang kita inginkan bukan hanya tambaknya bagus, tapi petaninya juga sejahtera," katanya.
Erma menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur harus ikut andil dalam rencana revitalisasi tersebut.
Pihaknya mendorong agar pemprov berkoordinasi dengan KKP agar daerah - daerah di Jatim juga masuk dalam prioritas revitalisasi. Dia yakin, program tersebut memiliki banyak manfaat bagi masyarakat Jawa Timur.
Jika program revitalisasi dilakukan secara menyeluruh dan tepat sasaran, produktivitas tambak bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat. "Kalau produktivitas naik, otomatis penghasilan petambak akan meningkat. Ini akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan mereka," katanya.
Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana melakukan revitalisasi lahan tambak mangkrak sekitar 78.000 hektare di wilayah Pantura, dengan target awal 13.000 hektare dimulai pada 2025. Salah satunya yang diperbaiki berada di daerah Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa.
Sebaran lahan tambak tersebut berada di 28 kabupaten/kota di 4 provinsi. KKP menargetkan perbaikan ini selesai pada 2029.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara