SuaraJatim.id - Setelah mendapat lampu hijau dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Universitas Airlangga (Unair) dan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia bakal melanjutkan tahapan uji klinis Vaksin Merah Putih selanjutnya yang dibagi dalam tiga fase.
Pada fase pertama, Unair berencana melakukan uji klinis Vaksin Merah Putih dengan melibatkan 100 subjek untuk disuntikan vaksin tersebut.
"Berdasarkan prosedur, maka uji klinis ini ada tiga fase. Untuk fase pertama akan melibatkan 100 subyek yang akan disuntik Vaksin Merah Putih Unair ini," ujar Kepala Humas Unair, Marta Kurnia, Senin (7/2/2022) sore.
Untuk memulai uji coba klinis Vaksin Merah Putih Unair pada fase pertama akan digelar di Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Soetomo Surabaya pada Rabu (9/2/2022).
"InsyaAllah nanti akan ada seremoni kick off uji klinis Vaksin Merah Putih Unair pada hari Rabu," jelasnya.
Ketika dikonfirmasi mengenai kelanjutan uji coba Vaksin Merah putih, Marta tidak memberikan keterangan lebih lanjut. Ia mengarahkan agar menunggu saat seremonial uji klinis Vaksin Merah Putih Unair.
"Untuk selengkapnya, nanti bisa hadir saat kick off uji klinis hari rabu besok ya," ungkap Marta.
Sebelumnya, pengembangan vaksin tersebut mengalami hambatan, karena belum mendapat izin uji coba pada manusia.
Saat ini, Badan POM telah memberikan Sertifikat CPOB sarana produksi filling and finish Vaksin Merah Putih untuk PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia pada Agustus 2021.
Kemudian dilanjutkan dengan inspeksi secara langsung oleh Kepala Badan POM ke sarana fasilitas produksi PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia pada bulan November 2021.
Untuk diketahui, Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, Vaksin Merah Putih buatan Unair dan PT Biotis merupakan pengembangan virus tidak aktif dengan kondisi RNA yang sudah diluncurkan sehingga tidak memiliki risiko replikasi di dalam tubuh pasien.
"Hari BPOM memberikan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) vaksin Merah Putih yang mempunyai platform inactivated virus Covid-19 yang dikembangkan UNAIR dan PT Biotis," kata Penny dalam jumpa pers, Senin (7/2/2022).
Dia menyebut, pihaknya akan terus mengawal perkembangan vaksin Merah Putih mulai dari awal sesuai standar dan memenuhi syarat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), hingga nantinya bisa dipakai untuk program vaksinasi Covid-19 nasional.
"Dari pengembangan silk vaksinnya, pengembangan vaksin skala laboratorium untuk uji non-klinik, pra-klinik pada hewan uji, dan penyiapan fasilitas produksi untuk scaling up dari skala lab, termasuk juga proses upstream dan downstream, formulasi, dan fill dan finish," jelasnya.
Penny menyebut hasil studi pra-klinik pada hewan mencit dan monyet ekor panjang menunjukkan Vaksin Merah Putih ini aman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT