- Gunung Semeru di Jawa Timur erupsi tiga kali pada Rabu (31/12/2026), memuncak pada ketinggian kolom letusan 900 meter.
- Akibat aktivitas tersebut, status Gunung Semeru ditetapkan pada Level III (Siaga) oleh PVMBG.
- PVMBG merekomendasikan larangan aktivitas radius lima kilometer dari puncak serta di sepanjang Besuk Kobokan.
SuaraJatim.id - Gunung Semeru, sang Mahameru yang menjulang gagah di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya yang intens.
Dalam kurun waktu satu hari, Rabu (31/12/2026), gunung berapi aktif ini mengalami erupsi sebanyak tiga kali, memuntahkan kolom letusan yang mencapai ketinggian 900 meter di atas puncaknya.
Fenomena ini sontak memicu kekhawatiran, terutama bagi masyarakat yang bermukim di lereng dan sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.
Erupsi pertama terjadi pada dini hari, tepatnya pukul 00.04 WIB. Meskipun visual letusan tidak teramati, aktivitas ini terekam jelas di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 150 detik.
"Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.04 WIB dengan visual letusan tidak teramati, tapi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 150 detik," terang Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, dikutip dari ANTARA.
Tak berselang lama, Semeru kembali menggeliat. Erupsi kedua terjadi pada pukul 05.34 WIB, dengan tinggi kolom letusan yang teramati mencapai sekitar 700 meter di atas puncak, atau sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu yang membumbung tinggi terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, bergerak ke arah barat daya. Aktivitas ini juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 130 detik.
Puncaknya, erupsi ketiga terjadi pada pukul 06.29 WIB, menjadi yang paling signifikan dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 900 meter di atas puncak.
Kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, kali ini bergerak ke arah timur dan tenggara.
Baca Juga: Status Gunung Semeru Turun ke Level III, Ini Zona Merah yang Wajib Dihindari
"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 125 detik," tambah Mukdas Sofian, menegaskan intensitas aktivitas vulkanik Semeru pagi itu.
Dengan rentetan erupsi ini, status Gunung Semeru saat ini berada pada Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pun segera mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting demi keselamatan masyarakat.
Warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak pusat erupsi. Ini adalah zona bahaya yang sangat rawan terhadap awan panas dan guguran material vulkanik.
Lebih lanjut, PVMBG juga mengingatkan agar masyarakat tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Area ini berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak. Selain itu, radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru juga dinyatakan sebagai zona terlarang untuk aktivitas apapun, mengingat tingginya risiko lontaran batu pijar yang berbahaya.
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Gubernur Khofifah dan Dubes Yaman Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan, Perdagangan & Kebudayaan
-
Detik-detik Cak Ji Gerebek Rumah Ratu Arisan Bodong Surabaya: Keluarga Nyaris Diamuk Biduan
-
Berpura-pura Jadi Turis: Siasat Licin Haji 'Jalur Belakang' Terbongkar di Bandara Juanda
-
Mobil Dilarang Melintas di Bendungan Lahor Mulai 1 Agustus, Ini Alasannya
-
Fakta di Balik Bayi yang Dibuang di Teras Warga: Pelakunya Pasangan Pelajar SMP dan SMA di Jombang