Penemuan arca Agastya imi juga kian menguatkan gambaran candi yang ditemukan di Dusun Manggis, Desa Srigading, Kecamatan Singasari, Kabupaten Malang ini identik dengan konsep pembagian candi Hindu beraliran Siwa, seperti yang ada di Candi Prambanan.
"Itu bagian pintu masuk, tangga masuk ada di timur yang ada bilik utama itu ada arca Siwa, di sisi barat ada Ganesha, sisi utara Durga dan sisi selatan ada Agastya. Ini polanya hampir sama, karena arca Agastya yang kita temukan di Srigading, itu juga ada di selatan," bebernya.
Hal ini juga menguatkan laporan dari masyarakat adanya tiga arca yang hilang. Ketiganya yakni arca wanita tidak kepala dengan banyak tangan yang diduga kuat bernama arca Durga. Kemudian arca dengan kepala sapi, tidak ada kepalanya.
"Bisa kepala sapi itu terpisah, sebagai Nandi, atau bagian dari Durga. Jadi Durga itu dewi naik sapi, yang patah dan terpisah. Karena kita tidak punya bukti foto, hanya cerita aja, jadi masih ada kemungkinan itu. Ketiga, adanya arca bawa pentung sebagai Dwarapala. Tapi sayangnya semua hilang," tuturnya.
Dimana arca Durga biasanya diletakkan di sisi utara bangunan candi, kemudian di barat candi itu seharus terdapat Arca Ganesha, sementara di bagian tengah terdapat lingga dan yoni. Sayang dari benda-benda sejarah itu, hanya Arca, yoni dan lingga saja yang masih ada.
"Lingga yoni ini merupakan manivestasi dari Siwa. Lingga yang kita temukan itu memiliki tiga bagian utuh, ada Brahmabraga, Wisnubraga dan Siwabraga, lengkap," katanya.
Penemuan benda-benda bersejarah ini kian menguatkan candi yang ditemukan ini merupakan bangunan suci peninggalan masa Mpu Sindok yang terdapat di Prasasti Linggasutan berangka tahun 929 Masehi.
Dimana bangunan serupa juga ditemukan di Situs Pendem Kota Batu, namun berdasarkan Prasasti Sangguran yang berangka tahun 928 Masehi.
Hasil sementara temuan ini, semakin memperkuat hipotesis awal kita bahwa candi ini berkaitan dengan prasasti Linggasutan dari abad ke-10 Masehi. Karena, dari segi bahan dia sama dengan situs Pendem, yang kita kaitkan dengan prasasti Sangguran dari tahun 928 Masehi," terangnya
Baca Juga: Update Kasus Koboi Jalanan di Malang, Polisi Kesulitan Cari Pelaku Penembakan
"Prasasti Linggasutan ini berangkat pada tahun 929 Masehi. Selisih satu tahun. Kemudian bahan arca juga dari bahan andesit yang mengandung silica. Ini yang kita jumpai kesamaan gaya dengan temuan arca yang ada di dekat situs Pendem," katanya menegaskan.
Berita Terkait
-
Update Kasus Koboi Jalanan di Malang, Polisi Kesulitan Cari Pelaku Penembakan
-
Akademi Milik Aji Santoso Jadi Sasaran Pelampiasan, Pemuda Lumajang Diserang saat Nobar Derby Jatim Persebaya Vs Arema
-
Minta Maaf ke Aji Santoso, Manajemen Arema FC Mengutuk Keras Teror Oknum Suporter di ASIFA
-
Proyek Pembangunan Tol Tulungagung Blitar Malang Paling Cepat Dimulai 2023
-
Pasien Covid-19 Plesiran di Kota Malang Mohon Ampun, Polisi Tetap Lanjutkan Penyelidikan
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari
-
Buntut Penggerebekan Suami Bidan, Oknum Dokter Kepala Puskesmas Robatal Resmi Dipecat
-
Viral Status 'Leren Sik' Wakil Ketua DPRD Jatim: Tak Ada Potret Wapres Gibran
-
Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani 15 Daerah Sekaligus
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak, BRI Prioritas Perluas Privilege Lewat Kolaborasi dengan Sequoia School