SuaraJatim.id - Tak banyak orang tahu siapa sebenarnya Empu Supo yang petilasannya dikramatkan oleh warga Desa Dermawuharjo Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban Jawa Timur.
Pagi tadi, Selasa (22/03/2022), ada peristiwa yang menggemparkan di petilasan empu pembuat keris itu. Seorang ibu dan anaknya bernama Marsih (66) dan Mariyanto (45) ditemukan tewas di Petilasan Pengapen Empu Supo.
Informasinya, ibu dan anak itu sedang menjalani ritual. Diduga korban tewas karena keracunan gas belerang yang sangat menyengat keluar dari area seperti sumber air atau kolam sumur.
Siapa sebenarnya Empu Supo ini sampai petilasannya saja dikeramatkan oleh warga setempat. Usut punya usut, berdasar cerita masyarakat setempat, Desa Dermawuharjo ternyata sangat terkenal dengan kekayaan alamnya berupa sumber air panas belerang.
Saat memasuki desa ini, aroma belerang tercium menyengat. Konon katanya, sumber air belerang digunakan para pembuat keris untuk marangi alias mencuci bilah keris yang sudah ditempa.
Sementara sampai saat ini, seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, keris dapur Tuban menjadi salah satu keris yang diakui sebagai khazanah pusaka nusantara.
Dan salah satu pembuat keris atau empu yang terkenal adalah Empu Supo Madrangi alias Raden Joko Supo. Bahkan, Empu Supo merupakan empu yang paling dikagumi Sunan Kalijaga.
Adikarya Empu Supo yang terkenal, ialah keris Sengkelat yang artinya simbol rakyat. Keris itu mampu mengalahkan keris Condong Campur milik Prabu Brawijaya V. Selain itu, beberapa karyanya yang melegenda adalah Keris Kiai Umyang, Keris Kiai Tapak, Kiai Nagasasra, dan Kiai Carubuk.
Raden Joko Supo sendiri, adalah putra Pangeran Sedayu yang juga dikenal memiliki keahlian membuat keris. Raden Joko Supo mewarisi kemampuan ayahnya yang dikenal sebagai empu hebat dari kerajaan Majapahit yang hidup di sekitar abad ke 15.
Baca Juga: Begini Kronologis Ritual Maut yang Tewaskan Ibu dan Anaknya di Petilasan Mpu Supo Tuban
Raden Joko Supo sebelumnya beragama Hindu dan setelah bertemu serta berdialog dengan Sunan Kalijaga, kemudian memeluk Islam. Dia pun menikah dengan adik Sunan Kalijaga, yaitu Dewi Rasawulan.
Dikisahkan, Sunan Kalijaga meminta tolong untuk dibuatkan keris coten-sembelih (pegangan lebai untuk menyembelih kambing). Lalu Sunan Kalijaga memberikan besi sebesar biji asam Jawa kepada Raden Joko Supo.
Mengetahui besarnya calon besi tersebut, Empu Supo agak terkejut karena bobotnya yang berat sekali, tak seimbang dengan besar wujudnya. Dia tidak yakin apakah cukup untuk dibuat keris.
Namun Sunan Kalijaga meyakinkan, besi itu sebenarnya tidak hanya sebesar biji asam Jawa tetapi besarnya seperti gunung.
Setelah jadi keris dan diserahkan, Sunan Kalijaga kaget sekaligus kagum karena hasilnya yang melebihi perkiraanya. Semula, dia hanya ingin dibuatkan pegangan lebai (orang yang menyembelih kurban), ternyata yang dihasilkan keris yang indah.
Keris dengan luk tiga belas berwarna kemerahan itu diberi nama Kiai Sengkelat (artinya bersemu merah). Lalu Empu Supo diberi lagi besi yang ukurannya sebesar kemiri. Setelah dikerjakan, jadilah sebilah keris mirip pedang suduk (seperti golok atau belati).
Berita Terkait
-
Begini Kronologis Ritual Maut yang Tewaskan Ibu dan Anaknya di Petilasan Mpu Supo Tuban
-
Ibu dan Anak Meninggal Keracunan Gas Belerang Saat Gelar Ritual di Petilasan Mpu Supo Tuban
-
Warga Tuban Gempar, Ada Ibu dan Anaknya Tewas Berpegangan Tangan di Petilasan Keramat Mpu Supo Tuban
-
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Tumbangkan Pohon Besar dan Tower Radio di Tuban
-
Malam Pertama Car Free Night Tuban, Ribuan Warga Padati Bundaran Taman Seleko
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Dorong Efisiensi Korporasi, Tata Kelola BUMN Berbasis GCG Tuai Apresiasi
-
Pascakecelakaan Maut Wonokitri, BB TNBTS Bongkar Ulang Standar Keamanan Jip Bromo
-
Detik-Detik Ban Elf Meledak di Tol Jomo: Mobil Oleng dan Terbalik, Satu Orang Alami Luka Berat
-
Gubernur Khofifah Tinjau PG Ngadirejo Milik PT SGN, Optimis Capai Target Swasembada Lebih Cepat
-
Dua Dekade Lumpur Sidoarjo: Ekosistem Sungai Porong yang Tercekik dan Ikan yang Terdeformasi