SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta komitmen seluruh distributor agar dapat memenuhi masih tingginya permintaan minyak goreng di wilayah setempat.
Sebab, menurutnya, yang terjadi hingga saat ini masih ada ruang kosong antara produsen, distributor dan konsumen.
"Saya meminta kepada distributor minyak goreng di Jawa Timur agar benar-benar mendistribusikan minyak goreng ke pasar-pasar di Jatim," ujarnya di Surabaya, Minggu (27/3/2022).
Berdasar kalkulasinya, dengan produksi 250 ton minyak goreng curah per hari, dan jika pabrik yang lain melakukan hal sama maka seharusnya tidak terjadi kekosongan dan rantai pasok minyak goreng tak terputus.
Baca Juga: Pengusaha Keripik Sanjai di Bukittinnggi Batasi Produksi, Ini Penyebabnya
Dari kunjungannya ke pabrik PT Smart Tbk Rungkut, kata Khofifah, dijelaskan bahwa produksi minyak goreng curah itu 250 ton per hari, bahkan sedang berupaya meminta izin untuk menaikkan produksinya.
"Penyebab kelangkaan minyak goreng ini harus segera dicarikan solusinya. Caranya adalah dengan sama-sama berkomitmen antara produsen dan distributor untuk dapat memenuhi permintaan pasar," katanya.
Terlebih, lanjut dia, tidak lama lagi akan masuk bulan Ramadhan dan dipastikan kebutuhan minyak goreng akan meningkat.
Mantan Menteri Sosial tersebut meminta kebijaksanaan seluruh pihak yang masih menahan pasokan minyak goreng agar segera dilepas ke pasar.
"Sebentar lagi Ramadhan, tentu kebutuhan minyak ini meningkat. Ayolah kita jaga psikologis masyarakat agar masyarakat lebih tenang dan khusyuk menjalankan ibadah puasa," tutur dia.
Gubernur Khofifah telah beberapa kali turun ke lapangan untuk memastikan stok minyak goreng, termasuk memantau harga di pasaran.
Terakhir, pada Sabtu (26/3), Khofifah mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengecek ketersediaan bahan pangan dan penerapan harga eceran tertinggi minyak goreng curah di Pasar Darmo Trade Center (DTC) Wonokromo Surabaya.
Selain itu, Gubernur bersama Kapolri dan Forkopimda Jatim juga meninjau PT Smart Tbk Rungkut Surabaya yang merupakan salah satu pabrik minyak goreng.
Berita Terkait
-
Taman Safari Prigen, Disebut Jadi yang Terbesar di Asia
-
Air Terjun Kakek Bodo, Pesona Air Terjun dan Kolam Renang dalam Satu Lokasi
-
PEPC Regional Indonesia Timur Produksi 84,902 BOPD Minyak dan 653,37 MMSCFD Gas di 2024
-
Pilih Pakai Robot, Raksasa Minyak Chevron PHK 9000 Karyawan
-
Viral Warga Bali Tak Menjarah Minyak Goreng dari Truk yang Terguling Banjir Pujian
Terpopuler
- Apa Sanksi Pakai Ijazah Palsu? Razman Arif dan Firdaus Oiwobo Diduga Tak Diakui Universitas Ibnu Chaldun
- Aset Disita gegara Harvey Moeis, Doa Sandra Dewi Terkabul? 'Tuhan Ambil Semua yang Kita Punya...'
- Ragnar Oratmangoen: Saya Mau Keluar dari...
- Ragnar Oratmangoen Tak Nyaman: Saya Mau Kembali ke Belanda
- Bagaimana Nih? Alex Pastoor Cabut Sebulan Sebelum Laga Timnas Indonesia vs Australia dan Bahrain
Pilihan
-
Rusuh Persija vs Persib: Puluhan Orang Jadi Korban, 15 Jakmania, 22 Bobotoh
-
Dukungan Penuh Pemerintah, IKN Tetap Dibangun dengan Skema Alternatif
-
Perjuangan 83 Petani Kutim: Lahan Bertahun-tahun Dikelola, Kini Diklaim Pihak Lain
-
Persija vs Persib Bandung, Ridwan Kamil Dukung Siapa?
-
Jordi Amat Bongkar Dugaan Kasus Pencurian Umur: Delapan Pemain..
Terkini
-
Pertamina EP Sukowati Field Angkat Bicara Cairan di Ngampel Bojonegoro, Bukan Limbah?
-
Berkaca Pada Kasus Siti Salihah, Anggota DPRD Jatim Sebut Kepulauan Sumenep Butuh Ambulans Laut
-
Nahas! Nenek Suparmi Tertimpa Reruntuhan Bagian Rumah Saat Mau Wudlu
-
Jalani Tes Kesehatan Jelang Pelantikan, Gubernur dan Wagub Jatim Terpilih Dipastikan Dalam Kondisi Sehat
-
Warga Ngampel Bojonegoro Mengeluh Sawahnya Diduga Terembes Limbah dari Pengeboran Minyak