SuaraJatim.id - Puasa Ramadan hukumnya wajib bagi setiap muslim yang sudah baligh. Ini seperti bagaimana tertulis dalam surat Al-Baqarah ayat 183:
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Puasa sendiri didefinisikan sebagai menahan lapar tidak makan apapun dan minum sejak terbit hingga tenggelamnya matahari atau tepatnya bedug maghrib tanda buka puasa.
Nah, salah satu pertanyaan paling umum saat bagi orang berpuasa adalah bagaimana hukum berkumur di siang hari. Lalu bagaimana penjelasannya?
Berikut ini penjelasan boleh atau tidak berkumur di siang hari bagi orang yang sedang berpuasa Ramadhan, seperti dikutip dari NUonline.
Pertanyaan:
Assalamu'alaikum wr wb. Pak Kiai, saya ingin bertanya hukum berkumur saat berpuasa menurut pandangan NU. Terimakasih banyak kami sampaikan sebelumnya. Wassalamu’alaikum wr. wb (Dedi Setiawan)
Jawaban:
Walaikumsalam salam wr. wb
Baca Juga: Benarkah Tidurnya Orang saat Berpuasa Ramadhan Merupakan Ibadah?
Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Pertanyaan di atas kelihatan sangat simpel, dalam benak kami mungkin yang dimaksudkan adalah berkumur ketika melakukan wudlu, padahal sedang menjalankan ibadah puasa. Atau bisa jadi termasuk berkumur di luar wudlu.
Sebagaimana yang kita ketahui bersama salah satu hal yang sebaiknya dilakukan atau dihukumi sunnah ketika menjalankan wudlu adalah berkumur dengan sungguh-sungguh (al-mubalaghah).
Namun berkumur dengan bersungguh-sungguh (al-mubalaghah) tidak disunnahkan bagi orang yang sedang menjalani ibadah puasa. Bersungguh-sungguh maksudnya berkumur terlalu kencang atau terlalu banyak. Hal ini karena adanya kekhawatiran akan membatalkan puasanya.
"Adapun orang yang berpuasa maka tidak disunnahkan untuk bersungguh-sungguh dalam berkumur karena khawatir membatalkan puasanya sebagaimana keterangan yang terdapat dalam kitab al-Majmu`" (Zakariya al-Anshari, Asna al-Mathalib Syarh Raudl ath-Thalib, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1422 H/2000 M, juz, 1, h. 39)
Kesimpulan ini didasarkan kepada hadits yang diriwayatkan Abu Basyar ad-Dulabi, yang menurut Ibn al-Qathan dikategorikan sebagai hadits sahih.
"Ketika kamu berwudlu maka bersungguh-sungguhlah dalam berkumur dan menghirup air ke dalam hidung sepanjang kamu tidak berpuasa" (Lihat, Jalaluddin as-Suyuthi, Jami’ al-Ahadits, Bairut-Dar al-Fikr, juz, 3, h. 10)
Berita Terkait
-
Benarkah Tidurnya Orang saat Berpuasa Ramadhan Merupakan Ibadah?
-
Jadwal Imsak dan Subuh untuk wilayah Bukittinggi dan Sekitarnya 4 April 2022 Disertai Doa Puasa untuk Hari Ini
-
Jadwal Imsak dan Subuh untuk Wilayah Sumatera Barat dan Sekitarnya 4 April 2022, Disertai Doa Niat Puasa Hari Ini
-
Jadwal Imsak dan Subuh untuk Wilayah Yogyakarta dan Sekitarnya 4 April 2022, Dilengkapi Doa Niat Puasa Hari Ini
-
Simak 4 Makanan yang Baik Dikonsumsi Diabetesi Selama Puasa Ramadhan
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya
-
Maut di Gudang Kayu Ngawi: Nestapa Suami Sembunyikan Istri dari Amukan Anak Kandung
-
Lumajang Krisis Air Bersih, Ribuan Warga Lumajang Hanya Bergantung pada Truk Tangki
-
Langkah Terakhir Sang Penakluk Puncak: Maliya Finda Pulang ke Pelukan Bumi Kelahiran
-
Jatim Pimpin Pertumbuhan Ekonomi di Jawa, Kemiskinan dan Pengangguran Terus Turun