SuaraJatim.id - Ada potensi kerugian negara hingga Rp 37 miliar dalam pengelolaan aset Pemkab Pasuruan yang dibuat Plaza Bangil dan Plaza Untung Suropati.
Kasus ini kembali diusut Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Kabar itu dibenarkan Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan, Jemmy Sandra. Ia menjelaskan kalau Plaza Bangil itu dikelola oleh Paguyupan Plaza Bangil.
"Masih kita pelajari, jika ada indikasi kerugian negara tentunya akan kita lanjutkan ke tahap berikutnya," ujar Jemmy seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Selasa (05/04/2022).
Sebelumnya, Kadisperindag Kabupaten Pasuruan Diano Vela Fery membenarkan penyelidikan kasus tersebut. Ia menceritakan, Plaza Bangil lama dan Plaza Untung Suropati dibangun di atas aset lahan milik Pemkab Pasuruan.
"Kedua plaza itu yakni Plaza Bangil dan Plaza Untung Suropati berdiri diatas tanah milik Pemkab Pasuruan. Luas tanahnya sendiri untuk Plaza Bangil luas 11.150 H2 sedangkan Plaza Untung Suropati dibangun diatas lahan 15.615 H2," kata Kadis Diperindag, Selasa (5/3/2022).
Pihaknya mengakui kesulitan menarik retribusi sewa ruko kepada penyewa. Penyebabnya penyewa ruko tidak mau membayar sewa retribusi.
"Penyewa tidak mau bayar retribusi uang sewa. Berdalih sudah memiliki bukti kepemilikan," ujarnya menambahkan.
Namun, Disperindag Kabupaten Pasuruan tetap berusaha semaksimal mungkin dengan terus melayangkan tagihan kepada para penyewa. Selain itu, pihaknya juga melakukan pendekatan presuasif kepada para penyewa ruko.
Dengan harapan mereka mau membayar haknya sebagai penyewa. "Kita tidak melakukan pembiaran aset. Tapi kita berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan penagihan," ujarnya.
Baca Juga: Ditaksir Rugi Rp 37 Miliar, Dua Aset Pemkab Pasuruan Ditelisik Kejaksaan
Pihaknya juga koordinasi dengan Kejari terkait persoalan ini. "Semua dokumen-dokumen sudah kita serahkan ke Kejari. Dengan harapkan aset daerah bisa dikelola dan hasilnya bisa menambah PAD Kabupaten Pasuruan," katanya.
Sebelumnya, Kejari telah melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Namun karena terkendala Covid-19, akhirnya, kasus ini tertunda.
Berita Terkait
-
Ditaksir Rugi Rp 37 Miliar, Dua Aset Pemkab Pasuruan Ditelisik Kejaksaan
-
Pengembangbiakkan Burung Berkicau Terbesar di Asia Tenggara Ternyata Ada di Pasuruan
-
Bulan Ramadhan, Bisnis 'Purel' di Kawasan Tretes Pasuruan Masih Menggeliat
-
Bakal Nikah Muda? 5 Kemesraan Tasya Rosmala dan Fikry Felixshah yang Baru Lamaran
-
Curi 2 HP Sopir Mobil Box di Pasuruan, Angga Babak Belur "Ampun-ampun" Digebuki Warga
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
BRI di Bawah Danantara Tebar Dividen Rp52,1 Triliun, Transformasi Makin Kuat
-
Gubernur Khofifah Lepas Ekspor 405 Ton Ikan Kaleng PT Pacific Harvest Indonesia: Pasar Global Bagus
-
Gunung Semeru Erupsi 1 Kilometer, Pemkab Lumajang Ingatkan Bahaya Material Vulkanik yang Masih Panas
-
Jatim Deklarasikan Provinsi dengan Event Terbanyak, Sedot 30 Persen Wisatawan
-
Khofifah Sambut 4.014 Pelari dari 22 Negara Taklukkan Jalur Ekstrem Gunung Arjuno-Welirang