SuaraJatim.id - Di negara yang disebut-sebut demokratis seperti Amerika pun kejahatan bermotif rasial masih terjadi. Kabar terbaru, seorang pria kulit putuh menembaki warga di lingkungan kulit hitam di kawasan Buffalo, New York.
Akibatnya sebanyak 10 orang dikabarkan tewas dalam tragedi itu. Setelah menembaki warga kulithitam, pria tersebut kemudian menyerahkan diri ke kepolisian setempat. Peristiwa itu disebut sebagai insiden mengandung kebencian dan aksi "ekstremisme kekerasan bermotif rasial".
Pihak berwenang mengatakan tersangka itu, yang bersenjata senapan serbu dan tampaknya bertindak sendiri, pergi ke Buffalo dari rumahnya di daerah New York "beberapa jam perjalanan" untuk menyasar toko dalam serangan yang dia siarkan di internet.
Sebelas dari 13 orang yang terkena tembakan adalah orang kulit hitam, kata para pejabat. Tersangka, yang tidak disebutkan namanya oleh polisi, bersenjata lengkap dan mengenakan perlengkapan taktis, termasuk pelindung tubuh, kata polisi.
Ketika berhadapan dengan petugas di ruang depan toko, tersangka itu menodongkan pistol ke lehernya sendiri tapi mereka membujuknya untuk menjatuhkan senjata dan menyerah, komisaris polisi Buffalo Joseph Gramaglia mengatakan dalam jumpa pers.
Gramaglia mengatakan pria bersenjata itu menembak dan membunuh tiga orang di tempat parkir Tops Friendly Market sebelum baku tembak dengan seorang mantan polisi yang bekerja sebagai penjaga keamanan toko, tapi tersangka itu selamat karena pelindung tubuhnya.
Penjaga itu adalah salah satu dari 10 orang yang ditembak mati dalam insiden itu, sembilan lainnya adalah pelanggan. Tiga karyawan lain dari toko itu, bagian dari jaringan regional, terluka tapi diperkirakan selamat, kata pihak berwenang.
Stephen Belongia, agen khusus FBI yang berdinas di kantor biro Buffalo, mengatakan serangan itu akan diselidiki baik sebagai kejahatan yang mengandung kebencian dan sebagai tindakan "ekstremisme kekerasan bermotif rasial" berdasarkan hukum federal.
"Orang ini benar-benar jahat," kata Sheriff Wilayah Erie John Garcia, suaranya bergetar karena emosi. "Itu adalah kejahatan yang bermotif kebencian rasial dari seseorang di luar komunitas kami."
Baca Juga: Gaya Nyentrik Elon Musk saat Bertemu Presiden Jokowi di Space X
Tersangka itu diperkirakan akan muncul pertama kali di pengadilan untuk menghadapi tuduhan pembunuhan pada senja, kata para pejabat.
"Ini adalah hari yang sangat menyakitkan bagi komunitas kami," kata Wali Kota Buffalo Bryon Brown kepada wartawan.
"Banyak dari kita telah keluar masuk supermarket ini berkali-kali... Kita tidak bisa membiarkan orang yang penuh kebencian ini memecah komunitas atau negara kita."
Brown mengatakan dia telah menerima telepon dari Gedung Putih dan jaksa agung New York, Letitia James.
Anggota DPR AS Jerry Nadler, seorang politisi Demokrat asal New York dan ketua Komite Kehakiman DPR, mengatakan serangan itu tampaknya merupakan pekerjaan pengikut ideologi supremasi kulit putih yang mengagungkan kekerasan.
"Kita harus mengesahkan Undang-Undang Pencegahan Terorisme Domestik, tanpa menunda-nunda," tulisnya di Twitter. ANTARA
Berita Terkait
-
Gaya Nyentrik Elon Musk saat Bertemu Presiden Jokowi di Space X
-
KSP Klaim Sambutan Hangat Joe Biden ke Jokowi Bukti Amerika Percaya Pada Indonesia
-
Nikita Mirzani Bakal Ikut Calon Suami Tinggal di Amerika Serikat, Netizen: Bagus Deh Biar Adem Indonesia
-
Pakai Tulisan Tangan, Pesan Jokowi untuk Joe Biden di Buku Tamu Gedung Putih
-
Presiden Jokowi Sebut Perang di Ukraina Perburuk Perekonomian Dunia
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum