SuaraJatim.id - Polres Gresik digeruduk puluhan emak-emak para petani dari Desa Tambakrejo Kecamatan Duduksampeyan kabupaten setempat, Rabu (08/06/2022).
Emak-emak ini menggeruduk kantor polres sambil mengusung berbagai poster. Mereka mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan penggelapan serta korupsi alat mesin pertanian (Alsistan) yang dilakukan mantan Ketua Gapoktan di desa tersebut.
Puluhan emak-emak ini tergabung dalam Aliansi Petani Desa Tambak Rejo (Apedet). Para pendemo yang merupakan petani asal Desa Tambakrejo, juga membawa poster bertuliskan ‘Kami Petani Belum Pernah Menerima Bantuan, Ungkap Bantuan Hibah’ diteriakan para pendemo di depan Polres Gresik.
Korlap Aksi Sumadi menuturkan, aksi ini sengaja digelar karena ada dugaan korupsi alsistan di desanya. Ini terungkap saat ada kunjungan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pada 12 Maret 2022.
“Dari pertemuan itu, terungkap ada bantuan mesin pengiring padi senilai Rp 1,2 miliar yang seharusnya digunakan untuk petani justru diklaim milik Gapoktan dan Brigade Tani,” katanya seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Rabu (8/06/2022).
Lebih lanjut ia mengatakan, setelah dicek. Mesin bantuan dari Menteri Pertanian dimanfaatkan sendiri oleh mantan ketua Gapoktan. Padahal, alat itu merupakan bantuan dari Kementan.
“Atas dasar itu, kami mengadukan kasus ini ke Polres Gresik pada 31 Maret 2022. Hanya saja sejak itu polisi tak kunjung memprosesnya," ujarnya.
"Untuk itu, kami menggelar aksi damai hari ini. Kami minta kejelasan dan ketegasan kepolisian untuk mengusut kasus ini,” katanya.
Ia menambahkan, ada tiga poin tuntutan dalam aksi ini. Pertama, meminta polisi mengungkap dugaan korupsi yang dilakukan mantan ketua Gapoktan Desa Tambakrejo.
Baca Juga: Pria Gresik Menikahi Kambing Dicap Haram MUI, Sebut Dosa Besar Meski Konten
Kedua, segera meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan untuk mempercepat pengungkapan kasus itu. Ketiga, kami meminta polisi segera mengeluarkan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan).
Menanggapi hal ini Wakapolres Gresik Kompol Ari Galang Saputro menyatakan proses penyelidikan dugaan kasus korupsi tersebut terus berjalan di Unit Tipikor Satreskrim.
“Masih proses penyelidikan, tadi sudah kami sampaikan kepada salah satu perwakilan,” ujarnya.
Perwira menengah Polri itu mengatakan, salah satu yang sudah dilakukan adalah memanggil sejumlah pihak terkait dengan kasus ini.
“Kami meyakinkan masyarakat bahwa penyelidikan terus berlanjut. Termasuk diantaranya memanggil beberapa pihak. Jadi mohon waktu,” katanya menegaskan.
Berita Terkait
-
Pria Gresik Menikahi Kambing Dicap Haram MUI, Sebut Dosa Besar Meski Konten
-
Perahu Terbalik di Pulau Bawean, Penumpang Mayoritas Anak-anak dan Perempuan Jadi Korban
-
Pria Nikahi Kambing di Gresik Demi Konten, Tapi Dulu di Bali Ada Pemuda Perkosa Sapi Lalu Dinikahkan
-
Bagikan Peralatan Sekolah hingga Pengenalan Lingkungan, SG Goes To School Kembali Digelar
-
Pria Gresik yang Menikahi Kambing Ternyata Cuma Demi Konten, Publik: Hilang Akal Sehat Gegara Engagement
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Promo HUT Ke-81 RI dari BRI, Nikmati Penawaran Menarik untuk Kuliner, Travel, dan Hiburan
-
Kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Gubernur Khofifah Gratiskan Naik Trans Jatim pada 17 Agustus 2026
-
Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi
-
HUT RI Berdarah di Mojoagung: Gegara Geber Motor, Remaja Jadi Bulan-bulanan Massa
-
Cemburu, Sang Istri Nekat Potong Alat Vital Suami dengan Celurit di Lumajang