SuaraJatim.id - Kecelakaan tragis menimpa seorang pengendara sepeda motor di Jalan Raya Dusun Tampung, Desa Mojotamping, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Senin (13/6/2022).
Korban yang merupakan emak-emak bernama Siti Marfuatun, warga Dusun Pendowo RT 09 RW 02, Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Ia tergelincir di jalan lincin saat mendahului sebuah truk kontainer.
Siti Marfuatun tewas seketika di lokasi kejadian. Sebelumnya, korban mengendarai sepeda motor Honda Supra 125 nopol S 3547 NAW tanpa memakai helm.
Korban berjalan dari arah utara ke utara. Sementara truk kontainer nopol L 9976 US yang dikemudikan Muntarif (33) warga Margomulyo Desa Puncu RT 01 RW 02, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri berjalan searah dengan posisi di depan korban.
Sampai di lokasi kejadian, korban bermaksud hendak mendahului truk kontainer dari sebelah kanan. Namun saat mendahului truk kontainer, sepeda motor yang dikendarai korban tergelincir ke kanan dan korban jatuh ke kiri masuk kolom truk kontainer.
Korban terlindas roda belakang sebelah kanan truk kontainer. Korban tewas di lokasi kejadian dengan luka serius pada bagian kepala.
Petugas dari Unit Laka lantas Satlantas Polres Mojokerto yang datang ke lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Usai dilakukan olah TKP dan identifikasi, sejumlah relawan mengevakuasi jenazah korban mobil ambulance milik PMI Kabupaten Mojokerto. Jenazah korban dievakuasi ke ruang jenazah RSUD Prof Dr Soekandar Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto guna dilakukan visum.
Kanit Laka Satlantas Polres Mojokerto, Iptu J Wihandoko menjelaskan, kecelakan tersebut terjadi sekita puku 05.30 WIB.
“Kondisi hujan sehingga jalan lincin. Diduga korban terburu-buru sehingga tidak bisa menguasi jalan licin ditambah korban tidak mengenakan helm,” ujarnya seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com.
Baca Juga: Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Sabilul Abid Tunggalpager, Begini Pesan Bupati Ikfina
Kanit menghimbau kepada masyarakat agar tertib berlalu-lintas. Pasalnya, saat ini Polda Jatim dan Polres jajaran tengah menggelar Operasi Patuh Semeru 2022, yang berlangsung selama 14 hari. Yakni terhitung mulai tanggal 13 sampai dengan tanggal 26 Juni 2022 mendatang.
“Sasarannya yaitu, penggunaan helm SNI untuk pengendara roda dua, batas kecepatan, melawan arus, pengendara di bawah umur, berkendara dalam pengaruh alkohol, berkendara menggunakan handphone, safety belt untuk pengemudi roda empat dan ODOL muatan roda empat atau lebih,” katanya menegaskan.
Berita Terkait
-
Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Sabilul Abid Tunggalpager, Begini Pesan Bupati Ikfina
-
Malang Nian Nasib Pemuda Surabaya Ini, Jatuh dari Bak Truk Lalu Terlindas Mobil di Mojokerto
-
Pemkab Mojokerto dan Australia Perkuat Kerja Sama di Sektor Pendidikan
-
Diduga Ada Praktik Curang Pengurusan IMB di DPMPTSP Kabupaten Mojokerto
-
Bu RT Mau Antar Makanan ke Gubuk Lansia, Kaget Temukan Sumber Bau Tak Sedap
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Ceria Mandi di Sungai Berujung Duka bagi Bocah Kelas 3 SD di Mojokerto
-
Berawal dari Mainan Korek Api, Satu Lemparan Si Kecil Hanguskan Rumah di Gresik
-
Lidah Api Kepung Seruni Point: Pintu Terakhir Wisata Bromo Resmi Ditutup Total
-
Brakkk! Isuzu Panther Tabrak Rombongan Gerak Jalan di Pacitan, Begini Kondisi Korban
-
Curhat Pilu Santri Kediri di Balik Tembok Pesantren: Jadi Korban Pelecehan Sesama Jenis