SuaraJatim.id - Polisi Surabaya mendapat tangkapan pelaku curanmor dalam penggerebekan sebuah kos-kosan di kawasan Rungkut. Padahal, sebenarnya polisi sedang memburu pelaku pengeroyokan.
Pencuri apes ini bernama EC (24) warga Gunung Anyar Tengah Gang Sekolahan. Ia diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Rungkut dari kos-kosannya.
Penangkapan EC ini bisa dibilang kocak. Seperti diceritakan Kapolsek Rungkut Kompol Bambang Prakoso. Penangkapan ini bermula saat polisi menyelidiki kasus pengeroyokan di kafe Jalan Gununganyar.
Ia lantas mendapatkan informasi jika pelaku pengeroyokan tinggal di sebuah kamar kos di Jalan Gunung Anyar Tengah. Polisi lantas menuju ke sana.
“Saat itu sedang sepi. Jadi kita memeriksa satu-satu kamar di sana guna mencari target operasi pengeroyokan,” imbuh Bambang, dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Minggu (18/06/2022).
Saat kamar kos diketuk satu persatu, Anggota di lapangan curiga terhadap EC yang gugup terhadap kedatangan anggota. Darisana, insting polisi muncul dan memeriksa kamar itu.
“Dan ketika dilakukan pemeriksaan, salah satu anggota di lokasi menemukan kunci letter T dengan empat mata kunci serta magnet yang dipakai untuk membuka kontak motor yang akan dicuri,” ujarnya.
Alumnus Akademi Kepolisian (AKPOL) 2007 itu menyebut, bukan kali Pertama EC, berurusan dengan pihak berwajib. Remaja asal Desa Tanjunganom, Nganjuk itu sudah pernah merasakan pengapnya tahanan. Ia ditangkap anggota Reskrim Polsek Waru setelah kepergok mencuri sepeda angin.
“Dari pengakuannya, tersangka memang pernah ditangkap dan ditahan di Polsek Waru usai mencuri sepeda angin. Kalau sekarang naik level jadi pencuri motor. Dia beraksi sama temannya yang masih buron,” ucap Bambang.
Bukannya jera, bapak satu anak itu malah semakin menjadi. Alih-alih sepi kerjaan, ia nekat mencuri motor. Dia dan koleganya yang saat ini masih buron, melakukan aksi pencurian motor milik RK (24), wanita asal Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Saat itu, korban memarkir motor berjenis Honda Beat miliknya di salah satu rumah di Gunung Anyar Tengah Gang Sekolahan.
“Korban sehari-hari menagih arisan yang ia kelola. Nah, saat di lokasi motor miliknya tiba-tiba raib dicuri tersangka dan satu lagi temannya,” pungkas mantan Kasat Lantas Polres Bojonegoro itu.
Sementara dihadapan penyidik, tersangka mengaku jika baru satu kali ini melakukan aksi pencurian motor bersama koleganya. Motor hasil curian tersebut lalu ia jual di sebuah desa di Madura.
“Saya jual Rp 2 juta pak. Saya dapat Rp 500 ribu,” katanya menegaskan.
Berita Terkait
-
Dua Bobotoh Meninggal Dunia Saat Laga Persib Bandung vs Persebaya, Polisi: 8 Akses Pintu Masuk ke Stadion Jebol
-
Tanggapi Soal Dua Bobotoh Meninggal Dunia, Polisi: Korban Meninggal Saat Antre Masuk Stadion GBLA
-
Persib Bandung Buka Suara Soal Dua Bobotoh Meninggal Dunia Saat Laga Melawan Persebaya Surabaya
-
Dua Bobotoh Meninggal Dunia Saat Laga Persib Bandung vs Persebaya Surabaya, Polisi: Korban Tidak Mengalami Luka-luka
-
Polisi Tangkap Pelaku Curanmor di Tangerang dan Sita Barang Bukti
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Dua Eks Kapolri Diisukan Ditangkap, Polri Buka Fakta 4 Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
Terkini
-
Emak-emak Surabaya Demo Tolak Pajak Pembalut
-
Pakai Sistem Ranjau dan Dompet Digital, Bisnis Sabu di Surabaya Terbongkar
-
Gubernur Khofifah Raih Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026: Pelopor Penuntasan Anak Tidak Sekolah
-
Tim SAR Gabungan Kerahkan 50 Personel Cari Dua Pendaki yang Hilang di Gunung Semeru
-
PB Alkhairaat Dukung Langkah Presiden Prabowo Bersihkan Anasir Pengganggu Stabilitas Nasional