Pria mencuri pisang setundun di Madiun. [Instagram/@andreli_48]
"gitu amat demi isi perut, bersyukurlah kita masih ada pekerjaan. Biar gak banyak tapi cukup buat makan," kata cokki***
"lumayan buat ganjel perut 2 buah pisan cukup," kata fratiw***
"kok gak punya malu," komen setyo***
"kelakuan, biasa nyuri di kebun pisang orangya begitu," kata samsul***
Kontributor : Fisca Tanjung
Berita Terkait
-
Doddy Sudrajat Paksa Datangi Rumah Haji Faisal untuk Rayakan Ulang Tahun Gala, Netizen: Agak Stres
-
Nonton Arak-arakan Pernikahan Massal, Pria Ini Malah Pilih Maling Setandan Pisang
-
Hits Lifestyle: Sosok di Balik Warung Lubang, Zodiak Libra dapat Kabar Baik
-
Viral Obat Tidur Diduga untuk Perkosa Dijual Bebas Serta Berita Hits Kesehatan Lainnya
-
Viral Bocah Pemulung Santap Makanan Bersama Kucing Liar, Warganet: Salut Masih Rela Berbagi
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor
-
Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini
-
Pemkot Surabaya Rebut Kembali Lahan Senilai Hampir Rp1 Triliun
-
Dicecar Kasus Dugaan Penipuan Rp214 Juta, Wawali Blitar: Jangan Tanya di Luar Urusan KONI
-
Dicap Underbow PKI oleh Majalah Terbitan Kemenag, GMNI Meradang: Fatal, Ini Bukan Sekadar Typo