SuaraJatim.id - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mencopot dua pejabatnya akibat dugaan bersekongkol dengan Rusia.
Kedua pejabat tinggi Ukraina, yakni Kepala Dinas Keamanan Ukraina (Sluzhba Bespeky Ukrayiny atau SBU) Ivan Bakanov dan Jaksa Agung Ukraina, Iryna Venediktova.
"Mereka tidak diberhentikan, namun masih menunggu penyelidikan lebih lanjut," kata seorang pembantu presiden senior mengutip dari Timesindonesia.co.id jejaring Suara.com, Selasa (19/7/2022).
Presiden Zelenskyy mengeluarkan dekrit skorsing pada Minggu (17/7/2022) malam. Pencopotan itu diunggah pada laman resmi sang presiden.
Dijelaskan, bahwa dekrit itu telah sesuai dengan Pasal 47 Piagam Disiplin Angkatan Bersenjata Ukraina yang disetujui Hukum Ukraina tertanggal 24 Maret 1999 no 551-XIV.
Ivan Bakanov menjabat Kepala SBU sejak pada 29 Agustus 2019 dan ia adalah anggota tim Zelensky. Sebelumnya, selama beberapa bulan, ia adalah wakil kepala pertama SBU dan bertindak sebagai kepala lembaga penegak hukum.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, seperti dilansir di Al Jazeera, Minggu (18/7/2022) telah mengatakan bahwa Kepala SBU, Ivan Bakanov dicopot dari jabatannya dan Iryna Venediktova diberhentikan sebagai Jaksa Agung.
Kedua pejabat itu diskors karena diduga ada lusinan tindakan kolaborasi dengan Rusia oleh para pejabat di lembaga mereka.
Zelenskyy kemudian menunjuk Vasyl Maliuk, pejabat keamanan yang berpengalaman dan pejuang korupsi menggantikan Ivan Bakanov.
Baca Juga: Kunjungi UII, Dubes Ukraina Berharap Invasi Rusia Bisa Dihentikan Dalam Dua Bulan Ini
Sehari sebelumnya, Zelenskyy mengeluarkan perintah eksekutif kepada Oleksiy Symonenko yang selama ini duduk sebagai wakil jaksa agung untuk menggantikan Iryna Venediktova.
Ivan Bakanov, 47, adalah teman masa kecil dan mantan mitra bisnis Volodymyr Zelenskyy. Dia yang menjalankan bisnis media Zelenskyy selama karir televisinya dan kemudian memimpin kampanye yang membuat Zelenskiy beralih dari bermain sebagai presiden di sitkom menjadi terpilih dalam kemenangan telak dalam kehidupan nyata.
Zelenskyy kemudian menunjuknya untuk mengepalai Dinas Keamanan Ukraina (Sluzhba Bespeky Ukrayiny, atau SBU) pada Agustus 2019.
Sedangkan Iryna Venediktova, 43, adalah wanita pertama yang menjabat sebagai jaksa agung Ukraina.
Ia mendapat pujian internasional atas upayanya yang tanpa henti mengumpulkan bukti kejahatan perang Rusia di negaranya.
Ketika dia menjabat mulai tahun 2020 lalu, Iryna Venediktova ditugaskan untuk menerapkan reformasi dengan mengekang inefisiensi dan korupsi di kantornya.
Berita Terkait
-
Kena Sanksi Sana Sini, Presiden Putin: Barat Tak Bisa Isolasi Rusia!
-
Terpaksa Ngitung Duit! Luna Maya Panik Tak Bawa Uang usai Makan Caviar Rp3 Juta di Rusia
-
Uni Eropa Konsisten Dukung Ukraina Meski Terdampak Secara Ekonomi
-
Pesan Caviar untuk Makan Siang di Rusia Luna Maya Ternyata Tak Cukup Bawa Uang: Cuci Piring Nih
-
Lima Menit Sebelum Isi Kuliah di UII, Twitter Dubes Ukraina Vasyl Hamianin Cuitkan Soal Penembakan Pesawat MH17
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Bebas Bersyarat 2 Napi Lapas Blitar Dicabut, Buntut Aniaya Napi hingga Tewas
-
4 WNA Perempuan Pencuri Emas 135 Gram di Surabaya Diciduk, Beraksi Saat Malam Natal
-
Cuaca Ekstrem Mengancam Jawa Timur hingga 20 Januari, Berpotensi Banjir dan Longsor
-
Banjir Bengawan Jero Rendam Puluhan Sekolah di Lamongan, Siswa Dijemput Pakai Perahu
-
Ratusan Tukang Jagal Bawa Sapi ke DPRD Surabaya, Tolak Relokasi RPH Pegirian ke Tambak Osowilangun