SuaraJatim.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meningkatkan pengawasan peredaran minuman keras (miras) pasca meninggalnya lima orang warga di Bronggalan Sawah, Tambaksari.
Wali Kota Eri menegaskan, pihaknya terus bekoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pengawasan penjual miras tak berizin.
"Kita juga pasti koordinasi dengan kepolisian untuk pengawasan," ujarnya, Kamis (21/7/2022).
Eri menjelaskan, peredaran atau penjualan miras harus berizin dan tak sembarang tempat boleh berjualan.
"Kita sudah koordinasi dengan provinsi, Kadis Pariwisata Jatim untuk menyampaikan bahwa tempat yang dikeluarkan izinnya oleh pemkot, sejak tahun 2021 dengan PP Nomor 5, maka mereka harus update kembali melalui aplikasinya karena masuk resiko sedang," urainya.
Sedangkan untuk penjual miras di sembarang tempat, seperti warung berkedok juga akan dilakukan pengawasan. Terlebih menjual miras oplosan yang membahayakan nyawa.
"Kalau warung ya jelas enggak boleh, wong minimarket juga enggak boleh. Karena itu coba kita fokuskan, tingkatkan lagi Satpol PP untuk melakukan evaluasi dan sidak lapangan," kata Eri.
Ia berharap, seluruh warga Surabaya saling bergotong royong menjaga keamanan lingkungannya. Sebab tidak cukup jika hanya mengandalkan pemerintah.
"Kalau masyarakat membiarkan ada minuman keras di lingkungannya, terus mau jadi apa. Makanya ini waktunya kita gotong royong dan mencintai lingkungan kita. Kalau ada yang seperti itu laporkan," tandasnya.
Baca Juga: Bertambah Lagi, Korban Pesta Miras Oplosan Malam Takbiran di Surabaya Jadi 5 Orang
Sebelumnya, dikabarkan sebanyak lima orang tewas usai menenggak miras oplosan selama dua hari berturut-turut. Mirisnya lagi, pesta miras tersebut dilakukan saat malam takbiran Idul Adha.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
-
Emil Dardak, Eri Cahyadi dan Gus Yani Jadi Tokoh Muda Potensial Maju Pilgub Jatim Versi Survei ARCI
-
Pesawat Citilink Mendadak Kembali ke Bandara Surabaya, Pilot Dinyatakan Meninggal Dunia
-
5 Pemain Termuda di Liga 1 2022/2023, Mayoritas Andalan Timnas U-19
-
Anggota Satpol PP Jatim Tertangkap Simpan dan Konsumsi Sabu Tapi Dibebaskan Polisi
-
Cabuli Bocah di Dalam Musala, Guru Ngaji di Wiyung Surabaya Dijebloskan ke Penjara
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun