Pencurian ini sangat memungkinkan karena kondisi geografis Mulyorejo yang susah dicapai dengan kendaraan bermotor. Usai panen, biasanya warga tidak serta merta membawa semua hasil panennya. Para petani Kalibaru biasanya akan membawa sebagian dan sebagian sisanya ditinggalkan di kebun.
Karung-karung berisi kopi yang ditinggalkan di kebun inilah yang kemudian dicuri oleh Sal dan kawan-kawan. Setelah diambil, nanti ditawarkan lagi.
"Akhirnya mau tidak mau, warga di Kalibaru yang punya lahan di Mulyorejo memberikan biaya keamanan kepada kelompok Sal. Per minggu besaran biaya pengamanan ini bisa mencapai Rp 2-7 juta, tergantung luas lahan yang bersangkutan," kata Hery.
Ternyata bukan hanya warga Kalibaru yang menjadi korban Sal dan kawan-kawan. Kondisi serupa juga menimpa warga Mulyorejo yang punya lahan di sana. Jadi sebenarnya pembakaran-pembakaran yang terjadi tersebut juga sudah atas restu warga Mulyorejo yang selama ini terancam dengan keberadaan kelompok Sal.
"Jadi keberadaan kelompok Sal di Mulyorejo ini sudah lama sekali dan mengakar kuat di masyarakat. Karena sulitnya akses jalan dan masalah kepemilikan lahan yang tidak ditindaklanjuti cepat. Masyarakat enggan memberikan informasi (kepada polisi), karena takut," kata Hery.
Dengan kondisi ini, Hery menegaskan polisi tak akan tebang pilih. Saat ini polisi telah melakukan pengejaran terhadap pelaku pembakaran dan pelaku premanisme di Mulyorejo.
"Karena (pemalakan) inilah yang jadi akar masalah, maka kami harus menuntaskan secara keseluruhan," katanya menegaskan mengatakan kalau Hery sudah beraudiensi dengan 27 orang warga Kalibaru di Markas Polres Jember.
"Kami sudah sampaikan untuk meredam semua masalah yang ada. Kami sudah tampung semua aspirasi. Saya minta tidak ada tindakan lanjutan. Serahkan semua pada proses hukum yang berjalan," katanya.
Polisi ke depan akan memfasilitasi penyelesaian semua isu yang berkembang di sana. Polisi juga akan mempertemukan masyarakat Mulyorejo dengan Kalibaru di Cafe Gumitir.
Baca Juga: Polres Jember Terus Buru Pelaku Pembakaran Rumah Warga Mulyorejo Jember
Pasukan pengamanan dari kepolisian akan ditarik dari Mulyorejo paling lambat pada Selasa (9/8/2022). "Mungkin nanti akan kami monitor melalui polsek dan koramil setempat agar tetap memberikan rasa aman kepadsa warga," kata Hery.
"Kami bersama Pak Dandim juga sudah melakukan trauma healing di Mulyorejo, Sabtu kemarin, terutama kepada warga yang menjadi korban pembakaran dan warga yang tinggal di sebelah tempat pembakaran. Situasi saat ini normal dan masyarakat kembali beraktivitas, tidak ada kekhawatiran pada penduduk Mulyorejo dan Kalibaru," kata Hery.
Hery berpesan kepada warga Mulyorejo dan Kalibaru. "Jangan berikan ruang gerak kepada siapapun yang ingin mengambil keuntungan dari masalah ini," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Polres Jember Terus Buru Pelaku Pembakaran Rumah Warga Mulyorejo Jember
-
5 Fakta Penyerangan Warga Mulyorejo Jember oleh Warga Kalibaru Banyuwangi
-
9 Petani Kopi Tersangka Penyerangan Warga Mulyorejo Jember Terancam 12 Tahun Penjara
-
Sorotan Kemarin, Pelaku Penyerangan Warga Mulyorejo Ditangkap Sampai Kasus Pencabulan Bocah di Jember
-
Terungkap! Penyerangan Warga Mulyorejo Jember Bermotif Dendam Sebab Sering Dipalak
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Kebakaran Hebat di Blitar, Ibu Luka Bakar Parah Saat Api Tungku Menyambar Bensin
-
Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Ponorogo Berlanjut, Kejari Isyaratkan Ada Tersangka Baru
-
Bromo Membara di Blok Bantengan: Jalur Jemplang-Senduro Ditutup
-
Tragedi di Punggung Naga: Pelukan Tebing Gunung Piramid Merenggut Nyawa Pendaki dan Pemandunya
-
Korban Kebakaran KMP Mutiara Santosa II Berhasil Dievakuasi, Ini Kata Wamenhub