SuaraJatim.id - Inflasi tajam diperkirakan bakal terjadi di daerah-daerah setelah harga BBM naik beberapa waktu lalu. Ini setelah membengkaknya biaya angkut barang dan produksi di hulu hingga hilir.
Namun, inflasi ini masih bisa dikendalikan asalkan tidak terjadi gejolak pangan. Hal ini disampaikan Deputi Kepala Bank Indonesia Cabang Kediri, Wihujeng Ayu Rengganis saat mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Forkopimda Kabupaten Tulungagung.
Wihujeng menegaskan, kondisi ini masih bisa dikendalikan asalkan inflasi pada sektor pangan tetap dijaga, Jumat (09/09/2022).
"Kenaikan barang ini merupakan 'multipalyer effect' dari kenaikan biaya angkutan kendaraan bermotor," katanya dikutip dari Antara.
Tarif kendaraan bermotor atau angkutan barang sudah naik pascakenaikan BBM dalam sepekan terakhir.
"(Inflasi) Pasti naik, karena dari BBM sudah tinggi. Tapi tentu kita semua berharap tidak terlalu tinggi dengan berbagai program dari pemerintah," katanya.
Dari perkiraan yang dilakukan, sampai akhir tahun inflasi di Kediri dan sekitarnya antara 6-8 persen.
Angka ini diambil dari data historis perkembangan inflasi di wilayah Kediri dan sekitarnya, termasuk Tulungagung.
"Semoga tetap aman. Itu dengan asumsi gejolak pangan terjaga (stabil)," ujarnya.
Baca Juga: Ratu Elizabeth II Wafat, Poundsterling Anjlok Sepanjang 37 Tahun Terakhir
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo memastikan, kenaikan harga BBM yang pasti memicu inflasi segera antisipasi dengan melakukan berbagai program pengendalian.
"Percepatan khususnya di bidang pangan harus distabilkan," katanya.
Tidak hanya sosial semata, langkah serupa dilakukan untuk masalah keamanan, ketertiban, kesehatan, dan ekonomi.
Kendati saat ini kenaikan harga sembako belum terjadi, Maryoto tak memungkiri jika kenaikan harga BBM bakal memicu kenaikan inflasi.
"Jangan sampai masyarakat ini terpancing oleh isu," katanya.
Pemerintah secara resmi menyesuaikan harga BBM pada Sabtu (3/9/22).
Tag
Berita Terkait
-
Ratu Elizabeth II Wafat, Poundsterling Anjlok Sepanjang 37 Tahun Terakhir
-
Mata Uang Poundsterling Inggris Jatuh ke Level Terendah
-
Ini Upaya Pemkab Karawang Tekan Inflasi Daerah Akibat Harga BBM Naik
-
Duel Paman-Ponakan Gegerkan Taman Hiburan Kenjeran Surabaya, Satu Korban Lengannya Nyaris Putus
-
Pesawat G-36 Bonanza TNI AL yang Jatuh di Selat Madura Ditemukan di Kedalaman 15 Meter, Segera Dievakuasi
Terpopuler
- Mahfud MD Soal Gugatan Pendidikan Gibran: Kalau Saya Hakimnya, Saya Mau Buat Terobosan
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- Bedak Tabur yang Bagus Merek Apa? Ini 7 Rekomendasinya yang Awet Menahan Minyak
Pilihan
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
Terkini
-
Mengapa Reward Harian dalam Game Bisa Membuat Pemain Lebih Hemat?
-
Ubek-ubek Kantor BPN Mojokerto, KPK Amankan Gepokan Amplop Berisi Uang Pemohon Tanah
-
BRI Prioritas Hadirkan Ekstra 27.000 GarudaMiles bagi Nasabah
-
Eks Anggota Polres Probolinggo Dijatuhi Vonis Mati, Begini Reaksi Atasan
-
Muzakki Resmi Dicopot Usai Mundur: Menag Tunjuk Prof Amien Suyitno Jadi Plt Rektor UINSA