- Keluarga Widi Nur Cahyono di Pasuruan kecewa karena oknum polisi yang diduga menganiayanya belum meminta maaf secara langsung.
- Propam Polres Pasuruan menonaktifkan tiga personel Reskrim Polsek Beji yang diduga terlibat dalam penangkapan berujung maut tersebut.
- Keluarga korban bertekad melanjutkan proses hukum demi mendapatkan keadilan setimpal atas kematian Widi Nur Cahyono.
SuaraJatim.id - Suasana di kediaman almarhum Widi Nur Cahyono di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Pasuruan, masih dibalut awan kelabu. Di balik duka yang mendalam, terselip kekecewaan yang kian menebal.
Keluarga korban merasa kecewa oleh sikap para oknum polisi yang diduga terlibat dalam penganiayaan hingga menyebabkan nyawa Widi melayang.
Sejak Widi meninggal dunia usai proses penangkapan terkait kasus judi online beberapa waktu lalu, keluarga mengaku belum pernah bertatap muka langsung dengan para oknum yang bertugas saat malam nahas itu.
Bagi Lukman, adik kandung almarhum, kehadiran Kapolsek Beji dan Babinsa ke rumah duka memang patut diapresiasi secara institusi.
Namun, hal itu tidak menghapus dahaga keluarga akan pertanggungjawaban personal dari mereka yang melakukan penangkapan.
Kekecewaan Lukman memuncak saat mengetahui ada upaya permintaan maaf yang disampaikan melalui perantara, yakni mertua dari salah satu anggota polisi yang diduga terlibat. Bagi keluarga, langkah tersebut dianggap tidak menghargai nyawa manusia.
"Para pelaku hingga saat ini belum ada yang datang untuk klarifikasi dan minta maaf. Yang datang cuma Kapolsek dan beberapa perwakilan. Kami ingin pelaku sendiri yang datang ke rumah," ujar Lukman, Jumat (7/8/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Keluarga hanya menginginkan kejujuran. Mereka ingin mendengar langsung dari mulut para oknum tersebut mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik penangkapan, hingga kakaknya harus pulang dalam kondisi tak bernyawa.
Di sisi lain, desakan publik dan perlawanan keluarga mulai membuahkan hasil secara birokrasi. Propam Polres Pasuruan telah bergerak cepat melakukan pemeriksaan internal. Hasilnya, tiga personel Reskrim Polsek Beji kini telah dinonaktifkan dari jabatannya melalui mekanisme mutasi nonjob.
Baca Juga: Kasus Terduga Pelaku Judi Online Tewas, Lima Personel Polsek Beji Diperiksa Propam
Kapolres Pasuruan menegaskan bahwa evaluasi total terhadap jajaran Polsek Beji terus berlangsung. Nasib ketiga anggota tersebut kini berada di ujung tanduk, menunggu hasil pemeriksaan apakah mereka akan dijerat pelanggaran disiplin, kode etik, atau bahkan pidana murni.
Meski tiga oknum telah dicopot dari tugasnya, keluarga Widi menegaskan ini bukanlah akhir. Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir, menguatkan tekad Lukman dan keluarganya untuk membawa kasus ini ke meja hijau seadil-adilnya.
"Dengan dukungan dari berbagai pihak, kami akan terus melanjutkan kasus ini hingga semua terungkap dan para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal," pungkas Lukman.
Berita Terkait
-
Kasus Terduga Pelaku Judi Online Tewas, Lima Personel Polsek Beji Diperiksa Propam
-
Mapolsek Beji Memanas! Warga Gununggangsir Tuntut Nyawa Widi Dibayar Keadilan
-
Teriakan Ampun Pak yang Berakhir Duka: Misteri Kematian Widi di Tangan Oknum Polsek Beji
-
Polres Pasuruan Gagalkan Peredaran 41 Paket Sabu, Empat Tersangka Dibekuk
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
10 Tiang Listrik Roboh Beruntun di Pantura Gresik, Satu Orang Jadi Korban
-
Drama Tanah Wakaf Pandegiling Memanas, Proyek Dihentikan Paksa
-
Bernardo Tavares Persembahkan Gelar Piala Presiden 2026 untuk Bonek dan Bonita
-
Kompas Abad Kedua: Gus Kikin Ingatkan Konstitusi Tertinggi Milik Nahdlatul Ulama bukan AD/ART
-
Keluarga Widi Menanti Nyali Oknum Polisi Beji Penjemput Maut untuk Meminta Maaf Langsung