SuaraJatim.id - Pagi tadi seorang pria diduga terkait dengan hacker Bjorka diamankan di Madiun. Hacker ini belakangan membuat gaduh negeri ini lantaran mengaku menjebol data pemerintah.
Usai penangkapan pria bernama Mohamad Agung Hidayatullah itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) pemerintah kota setempat segera membentuk Komite Komunikasi Digital (KKD).
Pembentukan tim ini sebagai upaya mengantisipasi kejahatan siber dan dampak negatif dari perkembangan dunia digital yang pesat, salah satunya tentang penyebaran berita bohong.
Dijelaskan Kepala Diskominfo Kota Madiun Subakri, penyusunan KKD oleh Pemkot Madiun tersebut menindaklanjuti arahan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menginisiasi program KKD di Indonesia.
"Pembentukan KKD ini tidak hanya melibatkan OPD (organisasi perangkat daerah) di lingkup Pemkot Madiun saja, namun juga ada instansi vertikal lainnya seperti TNI/Polri hingga kejaksaan negeri," katanya dikutip dari ANTARA, Kamis (15/09/2022).
"Kami juga melibatkan akademisi serta rekan-rekan media sebagai anggota dalam komite," kata Subakri menambahkan.
Menurut dia, pembentukan KKD sangatlah penting sebab bertujuan sebagai sarana edukasi hingga pemecahan solusi dalam menjawab setiap permasalahan informasi digital di tengah masyarakat.
Dengan terbentuknya KKD, dia berharap masyarakat, utamanya warga Kota Madiun, bisa lebih bijaksana dalam menggunakan media digital dan menyebarluaskan informasi ke dunia maya.
Subakri menambahkan pembentukan KKD tersebut memerlukan waktu dan diharapkan selesai awal 2023.
Baca Juga: Pemuda yang Ditangkap di Madiun Itu Bjorka? Ini Jawaban Mabes Polri
"Saat ini sedang kami siapkan semua proses pembentukannya. Harapannya, awal tahun depan (2023) sudah bisa disahkan oleh wali kota Madiun," ujarnya.
Sebelumnya, Tim Cyber Mabes Polri telah mengamankan seorang pria bernama Mohamad Agung Hidayatullah (21), pria Madiun yang diduga sebagai hacker Bjorka.
Agung merupakan warga Desa Banjarsari Kulon Kecamatan Dagangan. Ia diamankan sebab diduga terlibat kegiatan peretasan yang mengegerkan media sosial dan pemerintah RI akhir-akhir ini.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto belum merespon ketika dikonfirmasi akan melakukan pengecekan terkait hal ini. Dirmanto mengaku masih akan mengecek informasi tersebut lebih dulu.
"Nanti saya akan melaukan pengecekan," katanya, seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com.
Adapun kronologis penangkapan terhadap pelaku yang di duga Hacker Bijorka itu sebagai berikut. Nama terduga adalah Mohamad Agung Hidayatulloh.
Tag
Berita Terkait
-
Pemuda yang Ditangkap di Madiun Itu Bjorka? Ini Jawaban Mabes Polri
-
Hacker Bjorka Tanggapi Pemerintah Indonesia Terkait Salah Tangkap
-
Menerka Sosok di Balik Topeng Bjorka: Pemuda Madiun Ditangkap, Tapi Telegram Hacker Masih Aktif
-
Setelah Bjorka Cirebon, Polisi Tangkap Pemuda Madiun yang Diduga Hacker Bjorka
-
Sosok Muhammad Agung, Pemuda Asal Madiun Hanya Pedagang Es Malah Ditangkap Diduga Bjorka
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
10 Tiang Listrik Roboh Beruntun di Pantura Gresik, Satu Orang Jadi Korban
-
Drama Tanah Wakaf Pandegiling Memanas, Proyek Dihentikan Paksa
-
Bernardo Tavares Persembahkan Gelar Piala Presiden 2026 untuk Bonek dan Bonita
-
Kompas Abad Kedua: Gus Kikin Ingatkan Konstitusi Tertinggi Milik Nahdlatul Ulama bukan AD/ART
-
Keluarga Widi Menanti Nyali Oknum Polisi Beji Penjemput Maut untuk Meminta Maaf Langsung