SuaraJatim.id - Situs Watesumpak di Desa Watesumpak di Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur untuk kali pertama sejak ditemukan diekskavasi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim).
Ekskavasi situs yang kali pertama ditemukan 14 tahun silam dilakukan dalam waktu 10 hari mendatang, mulai 19-28 September 2022. Dari temuan yang ada di dalam situs, terindikasi jika wilayah tersebut dahulunya merupakan pemukiman karena ditemukan genting yang disinyalir berasal dari era Majapahit.
"Genting ini jumlahnya banyak, tapi pecahan. Genting ini mengindikasikan era Majapahit yang sering kita jumpai di situs-situs pemukiman-pemukiman era kerajaan Majapahit seperti Segaran, Grogol, sumur Upas itu juga indikasinya ke sana," kata Koordinator Tim Eskavasi Situs Watesumpak, Vidi Susanto seperti dikutip Timesindonesia.co.id-jaringan Suara.com.
Ia mengemukakan, selain temuan genting, juga ada ukel, bumbungan atap semacam kemuncak, dan juga miniatur atap bangunan candi.
"Dengan adanya temuan-temuan genting, bubungan atap kemudian adanya ukel itu mengindikasikan bangunan-bangunan yang bertiang, bisa jadi sifatnya organik ya (kayu red) di atasnya ada genteng itu ya lalu berdiri di atas umpak, hanya saja kita belum tahu umpaknya batu bata atau batu," katanya.
Meski begitu, BPCB Jatim belum bisa memastikan angka tahun benda yang ditemukan tersebut karena tidak adanya temuan primer yang menunjukkan angka tahun seperti relief, prasasti, dan sebagainya.
"Kalau tahun dengan indikasi temuan genting, itu beberapa dengan analogi situs-situs yang lain itu memang mengarah ke arah pemukiman yang ada di era Majapahit," jelasnya.
Selain itu, dia mengemukakan, adanya temuan tambahan di sekitar lokasi juga menjadi informasi tambahan yang mengindikasikan jika sejumlah barang peninggalan tersebut berasal dari Dinasti Yuan.
"Temuan tambahan yakni temuan wadah, yakni seperti jambangan, periuk, vas bunga, itu juga kita temukan disini, untuk porselinnya itu dari Dinasti Yuan, abad 10-12. Kalau Dinasti Yuan itu otomatis masuk era kerajaan Majapahit," sambungnya.
Baca Juga: Pemkab Jombang akan Perpanjang Durasi Ekskavasi Situs Pandegong
Vidi juga mengemukakan, jika genting-genting serupa diduga berasal dari pemukiman pada era Kerajaan Majapahit.
"Temuan ini biasanya ditemukan di situs-situs pemukiman era Majapahit," tegasnya.
Vidi lantas menunjukkan fragmen mangkok dari Dinasti Yuan.
"Ini mangkok dari Dinasti Yuan, siladon Yuan, tipenya longkuan. Ada banyak mangkok dalam satu situ ini. Ada unsur mineralnya juga. Ia disebut porselin karena pembakarannya tinggi dari tembikar dan ia juga berglasir. Glasirnya ini warnanya hijau seladon," terangnya.
Glasir merupakan cat keramik yang tidak hanya menambah warna, namun juga lapisan tipis kaca yang berkilauan
"Bahan dasarnya kaolin. Lalu dibakar dengan suhu tinggi. Sedangkan warna hijau ini dari glasir. Warnanya ini yang mengindikasikan dari Dinasti Yuan, terutama warna hijau. Sebenarnya siladon hijau ini banyak muncul di Era Dinasti Song, namun berkembang di era Dinasti Yuan," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Karhutla Bromo Belum Usai Dihitung, TNBTS Mulai Kaji Total Kerugian
-
8 Kontribusi BRI untuk Indonesia Dalam Momentum HUT ke-81 RI
-
Bromo Belum Sepenuhnya Aman: Debu Setan Mengancam Savana yang Terluka
-
Detik-detik Sopir Truk Sumbu Pendek Hancurkan Kaca Bus Restu Panda di Madiun