SuaraJatim.id - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mengatakan harus ada pembentukan tim pencari fakta untuk mengusut tuntas tragedi tewasnya ratusan suporter sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang Jawa Timur.
"Harus ada tim pencari fakta yang diturunkan," kata Sugeng Teguh Santoso kepada Antara, Minggu (2/10/2022).
Sugeng mengatakan tim pencari fakta yang dibentuk harus melibatkan banyak pihak; tidak hanya dari institusi Bhayangkara, tetapi juga melibatkan pihak lain, seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), serta perwakilan suporter.
Tim pencari fakta tersebut bertujuan untuk mendalami penyebab kematian ratusan pendukung sepakbola usai pertandingan antara Arema FC berhadapan dengan Persebaya Surabaya di Jawa Timur, Sabtu (1/10).
IPW juga mendesak agar Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mencabut izin sementara seluruh penyelenggaraan kompetisi Liga 1 menyusul tragedi di Stadion Kanjuruhan.
"Ini sebagai bahan evaluasi harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat)," ungkap Sugeng.
Selain itu, tambahnya, upaya pencabutan izin kompetisi juga sebagai kesempatan untuk menganalisis sistem pengamanan oleh aparat kepolisian dalam mengendalikan kericuhan pascapertandingan sepak bola.
Tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, bermula saat ribuan pendukung Aremania merangsek masuk ke area lapangan setelah Arema FC kalah dari Persebaya dengan skor 3-2. Kemudian, para pemain dan ofisial Persebaya langsung meninggalkan Stadion Kanjuruhan dengan menggunakan empat mobil barakuda.
Kerusuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan, termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari Polri dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut.
Hingga Minggu pagi, sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya, kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nico Afinta di Jawa Timur. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Tragedi Kanjuruhan, Indonesia Terancam Sanksi FIFA Pecabutan Status Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023
-
Indonesia Terancam Sanksi Berat FIFA, Imbas Tragedi Stadion Kanjuruhan
-
Usai Tragedi Kajuruhan, Netizen Serukan: Tidak Ada Sepakbola yang Seharga Dengan Nyawa
-
Wali Kota Surabaya: Hilangnya Nyawa karena Rusuh Sepak Bola Seperti Ini Harus Jadi yang Terakhir Kali
-
Nikita Mirzani Ikut Berduka di Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Angin Kencang Terjang Bondowoso, 4 Rumah Rusak dan Kerugian Capai Rp25 Juta
-
Tinggalkan Hotel Demi Jemput Istri Sah, Motif Cemburu di Balik Jagal Ibu dan Balita di Madiun
-
Buyback BRI Berlanjut, Aset Tumbuh 11,7% pada Semester I 2026
-
Perselisihan di Hotel Diduga Jadi Motif Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
-
Terkam CCTV! Perawat Puskesmas Kwanyar Laporkan Kades ke Polisi atas Dugaan Penganiayaan