SuaraJatim.id - Tragis nian nasib Sunawi (49) warga Tuban. Ia tewas di jalan kawasan Pakuwon Surabaya setelah ditabrak Pajero dengan nomor polisi W 1259 CX yang dijendarai seorang ABG berinisial GH (15).
GH saat itu mengendarai mobil bersama 4 kawannya. Malangnya, dalam peristiwa itu, Sunawi bersama sepeda motor Yamaha S 4751 EU terseret Pajero itu sejauh 40 meter dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya, Ipda Suryadi, membenarkan kejadian tersebut. Suryadi mengatakan jika kecelakaan tersebut lantaran kelalaian pengemudi Pajero yang diketahui tak memiliki SIM.
"GH (15) bersama 4 rekannya mengendarai Mitsubishi Pajero melintas di jalan Mansion Pakuwon Indah. Karena tidak bisa mengendalikan mobilnya GH kaget melihat ada mobil tangki di depannya dan banting stir ke kanan," katanya dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Minggu (02/10/2022).
Dari informasi yang dihimpun, GH memacu mobilnya dengan kecepatan yang tinggi hingga saat mobilnya menabrak motor yang dikendarai Sunawi, korban terpental hingga 40 meter.
"Korban terpental 40 meter dan sepeda motornya lebih jauh terpental sekitar 66 meter dari lokasi tabrakan," kata Suryadi.
Ditanya terkait dugaan pidana kelalaian yang dilakukan oleh GH, Suryadi mengatakan jika pihaknya masih melakukan penyelidikan. Terlebih pengendara mobil masih anak-anak.
"Besok kita tangani. Sudah kita sarankan untuk orang tua pengendara mobil untuk mendatangi keluarga korban, untuk lain-lain besok pendalaman penyidikan mas," ujarnya menambahkan.
Suryadi lantas menghimbau kepada masyarakat Surabaya yang memiliki anak agar tidak membekali anak dengan kendaraan bermotor jika belum mempunyai SIM.
"Pengemudi mobil belum memiliki SIM, sehingga pengawasan orang tua sangat penting. Sebagian besar kecelakaan lalu-lintas diawali dengan pelanggan lalu-lintas," katanya.
"Tidak memiliki SIM. berarti secara hukum tidak layak mengemudikan kendaraan. Karena selain akan membahayakan diri sendiri juga membahayakan keselamatan orang lain," tuturnya.
Berita Terkait
-
Kesaksian Saksi Mata Tragedi Kanjuruhan Beda dengan Polisi: Aremania Turun ke Lapangan Bukan untuk Serang Pemain
-
Saat Ketua PSSI Iwan Bule Ucap Hadirin yang Berbahagia di Konpers Tragedi Kanjuruhan Malang, Berujung Desakan Mundur
-
Tragedi Kanjuruhan, Valentino 'Jebreet' Simanjuntak Resmi Mundur sebagai Komentator Liga 1
-
Liga 1 Dihentikan Menyusul Tragedi Kanjuruhan, Pemuncak Klasemen Borneo FC Kecewa Berat
-
Beda dengan Kanjuruhan, Laga Persijap vs Persela Diiringi Selawat para Suporter
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah