SuaraJatim.id - Setelah sepekan lebih Tragedi Kanjuruhan, Irjen Nico Afinta akhirnya dicopot dari jabatannya sebagai Kapolda Jawa Timur ( Jatim ). Ia digantikan oleh Irjen Teddy Minahasa.
Pencopotan Nico sebagai Kapolda Jatim ini mendapat respons dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara. Mereka menyebut pencopotan itu merupakan langkah tepat yang dilakukan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit.
Seperti disampaikan Koordinator Pusat (Korpus) BEM Nusantara, Ahmad Faruuq. Menurut dia, sudah sewajarnya Nico dicopot setelah tragedi kelam yang menewaskan 132 orang usai laga Arema FC vs Persebaya pada Minggu, 01 Oktober 2022 itu.
"Kami mengapresiasi tindakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit, telah mencopot Kapolda Jatim. Itu memang sudah seharus dilakukan sebagai tindak lanjut tegas pada tragedi Kanjuruhan," katanya dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Selasa (11/10/2022).
Sementara itu, Koordinator Daerah BEM Nusantara Jatim, Syahrul Ihza Ramadhan berharap pergantian Nico oleh Teddy membawa kabar baik dan titik terang dalam pengusutan kasus tragedy di Stadion Kanjuruhan tersebut.
"Kepada Irjen Teddy Minahasa kami sebagai mahasiswa di Jatim mengucapkan selamat datang sebagai Kapolda Jatim. Semoga amanah, semoga bisa segera membawa kabar baik dan segera menuntaskan tragedi Kanjuruhan," ujarnya.
Listyo resmi mencopot Nico dari jabatan sebagai Kapolda Jatim. Nico kemudian ditarik untuk bertugas di lingkungan Markas Besar Polri.
Pencopotan ini dijalankan dalam rangka mutasi. Sementara keputusan tersebut diumumkan pada Senin malam (10/10/2022).
Pencopotan Nico berlangsung di tengah upaya penanganan Tragedi Kanjuruhan. Tragedi yang berlangsung setelah berakhirnya pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang pada Sabtu (1/10/2022).
Baca Juga: Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Malang Bertambah
Korban Tragedi Kanjuruhan bertambah
Satu lagi korban luka serius Tragedi Kanjuruhan Malang meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RS Saiful Anwar (RSAA) Malang.
Korban ini atas nama Helen Pricela (21) warga Banjar Patoman, Amadanom Dampit, Kabupaten Malang. Dengan demikian, total korban meninggal dalam tragedi usai laga Arema FC vs Persebaya itu menjadi 132 dari sebelumnya 131 orang.
Kabar ini disampaikan Spesialis Anestesi Konsultan ICU RSSA Malang, dr Arie Zainul Fatoni. Ia mengatakan korban meninggal dunia sekitar pukul 14.25 WIB.
Untuk penyebabnya, yakni akibat hipoksia atau gagal nafas akut. Sejak masuk ke rumah sakit, kata dia, oksigen pada paru-paru Helen memang sangat buruk sekali.
"Karena memang oksigen di paru-parunya sangat jelek sekali. Jadi meninggal karena gagal nafas akut," ujarnya, dikutip dari timesindonesia.co.id jejaring media suara.com, Selasa (11/10/2022).
Tag
Berita Terkait
-
Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Malang Bertambah
-
Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Dirut LIB Akhmad Hadian Lukita Siap Tanggung Jawab
-
Satu Lagi Korban Tragedi Kanjuruhan Meninggal di Rumah Sakit, Total Jadi 132 Orang
-
Buntut Tragedi Kanjuruhan, TGIPF Bakal Temui Utusan FIFA Bahas Aturan Baru Sepak Bola di Indonesia
-
TGIPF Segera Berikan Hasil Investigasi Tragedi Kanjuruhan ke Presiden Jokowi, Mahfud: Insyaallah Lebih Cepat
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun