SuaraJatim.id - Media sosial sempat dihebohkan dengan aksi pembubaran paksa yang dilakukan oleh takmir dan remaja masjid Jami Sumenep, Jawa Timur ( Jatim ), pada acara Road Race Bupati Cup, Minggu (30/10/2022).
Sebelumnya disebutkan jika pembubaran tersebut dilatarbelakangi karena panitia acara tidak mengindahkan waktu salat dhuhur.
Terbaru, diketahui jika permasalahannya tidak hanya soal mengganggu salat dhuhur, tetapi juga perihal panitia yang diduga kurang melakukan koordinasi.
Dilansir dari akun instagram @majeliskopi08, ternyata acara yang digelar dalam rangka HUT Kabupaten Sumenep ke-753 itu juga membuat akses masyarakat ke masjid tertutup.
Akun tersebut juga mengunggah sebuah video yang memperlihatkan seorang pria yang protes karena tidak bisa masuk ke area masjid karena jalan ditutup.
Pria tersebut protes pada seorang petugas kepolisian yang berjaga di event tersebut.
"Ini orang mau ke masjid, ngapain ditutup jalannya. Acaranya di mana ditutupnya di mana," ujar pria tersebut.
Petugas tersebut pun terdengar mencoba memberi penjelasan.
Pada tayangan selanjutnya tampak seorang takmir masjid menyiramkan bensin ke ban yang dijadikan pembatas acara balap motor tersebut. Pria tersebut bahkan sempat berteriak dirinya siap mati.
Baca Juga: Kepala Sekolah Terlibat Teroris di Sumenep, Padahal Sudah Dibina NKRI Harga Mati
"saya siap mati, tembak saya sekarang," ujarnya usai menyiramkan bensin.
Dalam unggahan dijelaskan, terdapat dua poin keberatan yang dilontarkan oleh pengurus masjid. Yakni jalan masuk ke arah masjid ditutup, serta event road race masih berjalan ketika menjelang pelaksanaan salat dhuhur.
Salah satu pengurus masjid Jami Sumenep, Fauzi Alqadiri mengatakan, baru kali ini pihaknya menolak acara hari jadi Sumenep.
"baru kali ini kami tolak kegiatan Hari Jadi Sumenep. Panitia sudah melanggar dalam aturan. Apa susahnya untuk istirahat barang 10 sampai 15 menit. Setelah salat silahkan dilanjut," ujarnya.
Unggahan tersebut lantas mendapat beragam komentar dari warganet.
"saya juga penggiat hobi balap road race, tapi kalau gini saya belain warga masa iya gak menghormati masjid. Wajar orang-orang pada ngamuk panitia ngawor," ujar santoso***
Tag
Berita Terkait
-
Kepala Sekolah Terlibat Teroris di Sumenep, Padahal Sudah Dibina NKRI Harga Mati
-
Terlibat di World Superbike, APLog Hadirkan Podcast Edisi Spesial Mandalika Series
-
Karya Seniman Grafiti Jadikan Sumenep The Soul of Madura Lebih Berwarna
-
Terduga Teroris Sumenep Ternyata Kepala Sekolah SD, Dinas Pendidikan Memastikan KBM Normal
-
Salah Satu Terduga Teroris Sumenep Ternyata Kepala Sekolah SD, Dinas Pendidikan Pastikan KBM Normal
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Dirut PDAM Madiun Irit Bicara Usai Penyidik KPK 'Obrak-abrik' Rumahnya
-
Fokus Melayani, Bukan Cari Jodoh! Kemenhaj Surabaya Larang Petugas Haji Cinlok di Tanah Suci
-
Suara di Balik Pintu: Kisah Penemuan Bayi Merah yang Menggetarkan Hati Warga Bangil
-
Sosialisasi Parkir Digital Surabaya Berujung Chaos: Lemparan Batu Hingga Sweeping Tengah Malam
-
Bukan Sekadar Tap-In, Parkir Digital Surabaya Picu Ketegangan Jukir vs Pemkot