SuaraJatim.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta setiap Puskesmas di Kota Pahlawan, Jawa Timur harus ada dokter umum dan dokter di bidang kesehatan ibu dan anak (KIA).
"Di dalam kontrak kinerja sudah dicantumkan poin setiap Puskesmas harus ada dua dokter," kata Eri Cahyadi dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Kamis.
Sebanyak 63 kepala Puskesmas di Surabaya telah menandatangani kontrak kinerja di hadapan Wali Kota Surabaya pada Rabu (9/11).
Cak Eri mengatakan setelah penandatangan kontrak kinerja, kepala Puskesmas wajib memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat diantaranya Puskesmas harus mengetahui soal data balita stunting dan pra stunting.
"Jadi, di dalam kontrak kerja itu ada beberapa poin yang wajib dilakukan oleh kepala Puskesmas. Satu, pelayanan wajib selesai minimal 25 menit, paling lama 30 menit. Setelah itu jangan sampai ada lagi prastunting menjadi stunting," kata Cak Eri.
Dia menjelaskan kontrak kinerja itu terhubung dengan kinerja yang sebelumnya ditandatangani oleh camat dan lurah sekaligus Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya.
"Nanti kita lihat, pekan depan akan ada tim yang turun untuk memantau kinerja Puskesmas, lurah, camat, dan dinas. Kalau ada yang tidak sesuai, kantornya kotor atau pelayanannya jelek akan saya beri tanda bendera, biar masyarakat tahu," kata dia.
Cak Eri menegaskan ketika poin yang tercantum di dalam kontrak kinerja itu tidak diterapkan, Kepala Puskesmas dan Kepala Dinkes akan diberhentikan dari jabatannya. Bahkan, dia tidak segan menindak tegas jajarannya di tingkat kecamatan, lurah dan dinas, bila tidak sesuai dengan kinerjanya selama akhir tahun mendatang.
"Kalau Puskesmas itu (pelayanannya) jelek, nama Pemerintah Kota (Pemkot) yang jelek. Maka dari itu, saya harap setelah ini tidak ada yang berjalan sendiri-sendiri, baik itu lurah, camat dan dinasnya," ujar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT