SuaraJatim.id - Kemarin sejumlah dokter diperiksa oleh penyidik Polda Jatim terkait update penyelidikan kasus Tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan 135 orang dan melukai ratusan lainnya pada, Sabtu 01 Oktober 2022.
Salah satu dokter yang diperiksa adalah dr. M. Harun Al Rasyid. Ia dimintai keterangan sebagai saksi, pada Selasa (15/11/22). Pemeriksaan dokter Harun ini dilakukan Penyidik Polda Jatim di Mapolres Malang.
Pemeriksaan dokter RSU Wava Husada Kepanjen ini, sesuai surat pemanggilan nomor: S. Pgl/6665/XI/RES. 1. 24./2022/Ditreskrimum. Rencana pemeriksaan seharusnya dilakukan di Polda Jatim, namun digeser ke Polres Malang.
Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan, pemeriksaan dokter Harun di Polres Malang karena atas permintaan dokter tersebut. Polisi, kata dia, hanya mengakomodir dan mengabulkan permohonan.
Dokter Harun ini berdinas di RS Wava Husada Kepanjen, Kabupaten Malang. Ia diperiksa terkait dugaan tindak pidana dalam pasal 359 KUHP dan atau pasal 360 KUHP, atas Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang.
"Jadi kami hanya mengakomodir, mengabulkan permohonan dari dokter untuk diminta keterangan di Polres Malang. Karena yang bersangkutan juga warga Malang," ucap Putu Kholis, seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Selasa (15/11/2022).
Permintaan itupun oleh Tim Polda Jatim diakomodir dengan datang ke Polres Malang. "Sehingga Polres Malang menyiapkan ruang dan tempat. Penyidik yang mendengarkan dan meminta keterangan langsung dari Polda Jatim," katanya.
Sementara itu, Bakti Riza Hidayat selaku Kuasa Hukum Dokter Harun menjelaskan, pemeriksaan terhadap kliennya mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. “Ada 33 pertanyaan dari penyidik Polda Jatim. Materi pertanyaan yang diajukan secara umum,” ujar Bakti Riza Hidayat.
Bakti Riza menuturkan, materi pemeriksaan terkait pengalaman sebagai dokter. Lalu jumlah korban yang meninggal dan dirawat di RS Wava Husada Kepanjen pada malam Tragedi Kanjuruhan, Sabtu 1 Oktober 2022 lalu.
Baca Juga: Kemarin Ramai Update Tragedi Kanjuruhan sampai Kabar Denise Chariesta dengan Uya Kuya
"Materi pemeriksaan seputar itu sih, kemudian soal penanganan dan perawatan yang diberikan kepada para korban. Proses kematian yang tidak wajar seperti apa. Serta terkait forensik untuk mengetahui penyebab kematian seseorang," ujarnya menambahkan.
Berita Terkait
-
Picu 'Bencana' di Malang, Ini Aturan Penerbangan Balon Udara dan Sanksi Bagi yang Melanggar
-
7 Tempat Wisata di Malang, Liburan Seru Sambil Menikmati Udara Sejuk
-
Liburan Anti Bosan di Malang Skyland: Panduan Lengkap Harga Tiket dan Aktivitas
-
BRI Tebar Kebaikan di Bulan Suci, Ribuan Sembako Disalurkan & Pemudik Dimudahkan
-
Demi Mengabdi, Mahasiswa Rantau AM UM Tak Pulang Kampung saat Lebaran!
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
-
Seharga Yamaha XMAX, Punya Desain Jet: Intip Kecanggihan Motor Listrik Masa Depan Ini
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
Terkini
-
Wanita Probolinggo Ditemukan Tewas Misterius di Pinggir Jalan
-
BRI Sokong UMKM Habbie: Minyak Telon dengan Ragam Aroma Terbanyak untuk Pasar Global
-
Jumlah Wisatawan ke KBS Surabaya Diprediksi Meningkat Hingga Hari Minggu
-
10 Korban Longsor di Jalur Cangar-Pacet Berhasil Ditemukan
-
Peringatan BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Jatim Sepekan ke Depan