Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Rabu, 16 November 2022 | 19:38 WIB
Ilustrasi tenggelam - (Unsplash/@blakecheekk)

"Kalau indikasi (bunuh diri) ada, karena mungkin stress ada permasalahan di rumah atau keluarga, sehingga memutuskan jalan-jalan ke Makassar tanpa didampingi," ujarnya.

"Cerita terakhir korban pada ibu-ibu (rekan sekamarnya) tadi, saksi mata, punya banyak pikiran sehingga ingin jalan-jalan ke Makassar," katanya.

Hingga kini, kepolisian masih menunggu hasil koordinasi jika ada jenazah yang ditemukan di peraian sekitar. "Kita koordinasi dengan reskrim sana juga, barangkali ada penemuan mayat di laut atau jenazah tanpa identitas, sampai sekarang tidak ada," imbuhnya.

Sementara Muh Rizal Kepala Operasional Basarnas Sulawesi Selatan yang menangani pencarian SUY menyatakan, belum bisa melakukan pencarian. Alasannya, tidak ada titik koordinat diduga jatuhnya korban.

Baca Juga: Selamat! Dosen Keperawatam Unair Surabaya Masuk Peneliti Top 20% Dunia

“Kejadian menurut berita acara (PT Dharma Lautan Utama) ini juga sudah tanggal 8 November 2022, sekarang sudah hari ke tujuh,” kata Rizal dikonfirmasi terpisah.

Namun, dirinya sudah berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berlayar agar bisa memberi informasi, jika menemukan korban.

"Kemarin saat terima info, kami sudah mengirimkan info ke Vessel Traffic System untuk menyalurkan ke kapal-kapal yang berlayar untuk memberikan bantuan apabila melihat korban dan menginfokan ke kami," katanya.

"Sampai sore ini belum ada. Kami belum bisa mencari tanpa posisi yang pasti. Sementara kami pantau terus," katanya menambahkan.

Baca Juga: Sambut G20, UNAIR Gelar Konferensi Internasional BBH

Load More