SuaraJatim.id - Semua pasti mengunggulkan Inggris di Grup B Piala Dunia 2022 Qatar ini. Namun laga paling seru dan membetot dunia tentunya antara Amerika Serikat vs Iran.
Maklum, hubungan kedua negara ini acap kali terlibat ketegangan secara politik dan hubungan internasional. Apalagi dalam perang Ukraina dan Rusia yang lagi gaduh sekarang ini.
Iran terang-terangan membela Rusia, sementara Amerika bersama NATO pro terhadap Ukraina. Para penggemar sepak bola segata tentu tak sabar bagaimana ketika kedua tim bertemu di lapangan hijau, apakah sepanas tensi hubungan pemerintahan mereka? Ini menarik disimak.
Sementara itu, soal peta kekuatan, Inggris tentu diunggulkan di grup B ini. Grup ini dihuni Inggris, Amerika Serikat, Iran dan Wales. The Three Lions menanggung beban sebagai tim paling diunggulkan di Grup B. Hal itu tentu bakal menjadi beban sendiri bagi Inggris.
Setahun silam, slogan andalan "It's Coming Home" tampaknya akan terwujud ketika Gareth Southgate berhasil membimbing Inggris mencapai final EURO 2020, namun publik tuan rumah kembali harus kecewa ketika mereka kalah adu penalti lawan Italia di Wembley.
Capaian runner-up EURO 2020 mengikuti jejak sebagai semifinalis Piala Dunia 2018, dan bukan tidak mungkin Inggris akan mencapai puncak performa mereka di Qatar demi membawa pulang trofi Piala Dunia ke tanah sendiri untuk kedua kali setelah 1966.
Sayangnya, beberapa bulan terakhir sebelum bertolak ke Qatar, performa Inggris tidak begitu positif termasuk saat mereka digulung oleh Hongaria 0-4 di negeri sendiri hingga terdegradasi dari kasta teratas UEFA Nations League.
Di Qatar, Southgate jelas berharap Harry Kane bisa mengulangi performanya sebagai top skor Piala Dunia 2018 lalu serta statusnya sebagai yang tersubur dalam fase kualifikasi zona Eropa.
Sejumlah talenta berbakat lainnya jelas diharapkan bisa melanjutkan perkembangan mereka di Piala Dunia, termasuk Bukayo Saka yang gagal melesakkan tendangan penalti di final EURO lalu.
Baca Juga: Fakta Menarik Al Rihla, Bola Piala Dunia 2022, Ternyata Diproduksi Di Madiun
Di antara tim-tim lain di Grup B, Wales boleh jadi merupakan batu sandungan paling mengancam bagi Inggris.
Saudara setanah Britania Raya itu untuk pertama kalinya sejak 1958 bisa kembali tampil di putaran final Piala Dunia dan Gareth Bale yang kini telah berusia 33 tahun tentu ingin Qatar menjadi turnamen apik bila ia berencana menutup karier internasionalnya.
Laiknya saudara, Wales punya pengetahuan mendalam tentang Inggris dan tentunya berambisi memperbaiki rekor nirmenang dalam enam pertemuan resmi terakhir.
Bale dan Aaron Ramsey yang tak lagi muda tentunya butuh sokongan sosok-sosok yang siap meneruskan status sebagai pembawa panji Wales. Beberapa nama mungkin terbersit, entah itu Harry Wilson, Neco Williams, atau Brennan Johnson.
Nama terakhir patut dinantikan performanya, mengingat Johnson terus melihatkan perkembangan menjanjikan bersama Nottingham Forest di Liga Premier Inggris.
Tim berikutnya yang mungkin harus diwaspadai Inggris adalah Amerika Serikat (AS). Dalam dua kali pertemuan di ajang Piala Dunia, Inggris tak pernah menang melawan AS, kalah 0-1 pada fase grup edisi 1950 dan imbang 1-1 di fase grup 2010.
Berita Terkait
-
Fakta Menarik Al Rihla, Bola Piala Dunia 2022, Ternyata Diproduksi Di Madiun
-
Cara Menonton Pertandingan Piala Dunia 2022 Melalui Streaming
-
Sosok Thomas Partey, Main Garang di Arsenal dan Ghana Berkat Indomie
-
Paling Keren, Cara Timnas Uruguay Perkenalkan Luis Suarez dan Kawan-kawan di Piala Dunia 2022 Qatar
-
Luis Enrique Ungkap Alasan Kenapa Thiago Alcantara Tidak Masuk Skuad Spanyol di Piala Dunia
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Komitmen Pendidikan Berkualitas, Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan dari BMPS
-
Angin Kencang Terjang Tiga Kecamatan di Pacitan, 7 Rumah Rusak
-
5 Fakta Pikap Sayur Tabrak Penonton Balap Liar di Magetan, 2 Orang Tewas
-
Gubernur Khofifah Tangani Banjir Situbondo Cepat dan Terpadu: Keruk Sungai, Penguatan Infrastruktur
-
5 Fakta Kades di Lumajang Tabrak Pemotor hingga Tewas, Mobil Ngebut!