SuaraJatim.id - Piala Dunia 2022 Qatar menghasilkan kejutan di laga perdana babak qualifikasi ini. Dua tim Asia yang dianggap sebelah mata berhasil membungkam tim raksasa.
Di Stadion Lusail, Arab Saudi membungkam tim favorit juara Argentina dengan sekor 2-1. Sehari kemudian giliran Jepang menekuk Jerman dengan sekor mirip 2-1 di Satdion Internasional Khalifa.
Nah, akankah kejutan tim-tim Asia ini bakal berlanjut di laga sore nanti antara Uruguay vs Korea Selatan (Korsel)? Ini menarik diikuti. Korsel sendiri merupakan salah satu tim kuat di Asia.
Namun jelang laga kontra Uruguay, Korsel tengah harap-harap cemas menantikan kabar dari kapten Son Heung-min apakah siap diturunkan atau masih harus menunggu kondisinya membaik.
Penyerang Tottenham Hotspur itu mengalami patah tulang sekitar mata kirinya tiga pekan lalu sehingga terpaksa berlatih sambil mengenakan topeng pelindung hitam seperti Zorro.
Mengingat lawan berikutnya mereka di Grup H adalah Portugal dan Ghana, maka kehadiran Son menjadi jaminan mereka bisa meneror pertahanan Uruguay yang sangat penting bagi Korea Selatan untuk memetik poin awal sehingga tidak terlalu berat saat menghadapi dua pertandingan berikutnya.
"Kami harus memeriksa dan menganalisisnya setiap hari, biarkan dia datang," kata pelatih Korea Selatan Paulo Bento tentang peluang Son bisa turun membela timnya menghadapi Uruguay.
"Kami masih punya waktu untuk membuat keputusan yang tepat dan terbaik bagi kami semua," sambung dia seperti dikutip Reuters.
Son sendiri sudah pasti ingin bermain tetapi dia tak mau mengambil risiko dari terlalu memaksa diri yang bisa fatal akibatnya kepada masa depan dia dalam turnamen ini.
Baca Juga: Spanyol Hancurkan Kosta Rika 7-0, Luis Enrique: Kami Luar Biasa
Uruguay tidak menghadapi masalah pelik seperti ini. Justru dengan skuad gabungan senior dan muda, mereka adalah kuda hitam yang bisa mengulangi sukses juara dunia yang sudah dua kali mereka rasakan. Pemain-pemain muda mereka tentunya bernafsu menorehkan catatan besar dalam Piala Dunia pertama mereka.
Di antara darah muda Uruguay yang menjadi perhatian adalah rekrutan termahal Liverpool, Darwin Nunez, yang diperkirakan bakal dipasangkan di lini depan bersama striker gaek Luis Suarez yang menjadi tokoh utama di balik perjalanan menawan Uruguay selama Piala Dunia 2010 kala mereka menapak babak semifinal.
Pada usianya yang ke-23 tahun Nunez 12 tahun lebih muda ketimbang Suarez dan Edinson Cavani yang keduanya memainkan Piala Dunia keempatnya. Begitu pula dengan kapten dan pemain Uruguay paling sering membela timnas, Diego Godin.
Nama-nama senior itu masih menjadi jaminan sukses. Tetapi barisan muda mereka tak kalah menawan yang 13 di antaranya adalah debutan Piala Dunia, termasuk gelandang serba bisa Real Madrid Federico Valverde dan pemain Manchester United Facundo Pellistri, serta Rodrigo Bentancur yang sedang dalam performa terbaiknya di lini tengah yang membuat skuad Uruguay merata kualitas dan kekuatannya.
Pelatih Diego Alonso sendiri memandang komposisi senior dan junior dalam timnya sebagai anugerah. Dia percaya Uruguay bisa kembali menjuarai Piala Dunia ini yang sudah mereka lakukan pada 1930 dan 1950.
Namun di balik skuad yang begitu menjanjikan itu, Alonso sebenarnya memiliki celah yang bisa dieksploitasi Korea Selatan, yakni bidang pertahanan mereka. Apalagi sampai tulisan ini diturunkan, Uruguay masih belum pasti apakah pilar mereka yang beberapa waktu lalu menjalani operasi paha, Ronald Araujo, bisa dimainkan melawan Korea Selatan yang empat tahun lalu tampil mengejutkan saat melawan Jerman.
Berita Terkait
-
Spanyol Hancurkan Kosta Rika 7-0, Luis Enrique: Kami Luar Biasa
-
5 Ide Konten Bertema Piala Dunia yang Bisa Jadi Referensi, Mau Coba Buat?
-
Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2022
-
Viral Fans Arab Saudi Ganggu Jurnalis Korea Selatan, Meledek Kekalahan Argentina: Messi Mana? Messi Mana?
-
Piala Dunia 2022: Jerman Kalah 2-1 Lawan Jepang
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Tragedi Subuh di Pasuruan: Truk Muatan Kertas Raksasa Tewaskan 4 Orang
-
Panggung BDD 2026 Tampilkan Joget Tidak Pantas, Bupati Bondowoso Minta Maaf
-
Siasat Lemparan 920 Butir Dobel L ke Lapas Blitar Gagal Total
-
Misteri Bayi Berbalut Jilbab yang Ditinggalkan di Depan Panti Asuhan di Ngawi
-
Gubernur Jatim & Deputi Bank Indonesia Lepas Gowes Nusantara 2026 HUT ke-73 BI, Apresiasi Sinergitas