SuaraJatim.id - Warga Desa Gempeng Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan Jawa Timur ( Jatim ) geger. Seorang pemuda bernama Achmad Zainudin (24) ditemukan gantung diri.
Ia ditemukan menggantung di dalam kamar mandi rumahnya, Senin (28/11/2022) sekitar pukul 08.00 WIB. Saksi pertama kali melihat tubuh korban menggantung adalah adiknya, Nanang Irfan Budi.
Kabar ini dibenarkan Kapolsek Bangil Kompol Indro Susetiyo. Ia mengatakan kalau polisi menerima laporan kasus itu pertama kali dari warga pagi tadi.
"Kami telah mendapati laporan dari warga pada pukul 08.00 WIB tadi bahwa ada yang gantung diri. Korban melakukan tindakannya didalam kamar mandi dengan menggunakan tali rafia yang didouble," kata Indro dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com.
Untuk kronologisnya, kata dia, pagi itu Nanang Irfan Budi, adiknya sedang bersiap mau mandi. Namun ditunggu sekian lama korban tidak juga keluar. Sementara pintu kamar mandi dikunci dari dalam.
Setengah jam berlalu korban tak kunjung keluar dari kamar mandi, kemudian adik korban berusaha mendobrak pintu kamar mandi. Setelah terbuka adik korban mendapati korban sedang tergantung dengan tali rafia yang menempel dilangit-langit.
Mengetahui hal tersebut, adik korban lari ke depan dan meminta pertolongan warga. Setelah ditolong dan diturunkan korban masih bernafas dengan tanda-tanda ngorok.
Keluarga korban sempat mengalami kesulitan saat hendak melepas ikatan yang berada di leher korban. Setelah berhasil dilepas keluarga memanggil Sutrisno mantri kesehatan yang berada di wilayahnya.
Namun dari pernyataan mantri, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Keluarga korban pun menolak untuk dilakukan visum dan membuat surat pernyataan penolakan visum.
"Dari cerita dari orang tua korban, korban mengalami gangguan jiwa dan sering bermimpi didatangi seorang perempuan. Pihak keluarga juga sudah merencanakan untuk dibawa ke rumah sakit jiwa," katanya.
Korban langsung dimakamkan oleh pihak keluarga. Dalam kejadian ini Polsek Bangil mengankan barang bukti berupa tali rafia.
Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.
Tag
Berita Terkait
-
Alasan Menpora Izinkan Relawan Jokowi 'Pesta' di Stadion GBK: Belum Mulai Renovasi untuk Piala Dunia!
-
Acara Relawan Jokowi Diizinkan Pakai GBK, Begini Penjelasan Menpora Zainudin Amali
-
Ustaz Abdul Somad Ketularan Virus Dilan Cepmek: Kamu Bertanya-tanya?
-
Hari Guru Nasional, Toko Kue di Pasuruan Sempat Dipadati Wali Murid
-
Siap-siap Jalan Lagi, Rakor Liga 1 Digelar Awal Pekan Depan
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
-
Setelah 40 Hari, Mengapa Makam Pegawai Kejari Mojokerto Tiba-tiba Dibongkar?
-
Jemaah Pengajian Ditemukan Tewas di Lereng Asta Sumbersuko Situbondo
-
Ribuan Pendekar PSHT Kepung Mapolrestabes Surabaya, Desak Polisi Tuntaskan Pembacokan Petugas Valet
-
Polrestabes Surabaya Buru Pelaku Lain Kasus Pembacokan Anggota PSHT, Sejumlah Nama Masuk DPO