SuaraJatim.id - Anak perempuan berusia 5 tahun menjadi ibu termuda di Dunia sepanjang massa. Rekor itu sepertinya tidak akan terpecahkan kembali.
Hal itu tercatat pada sejarah medis dunia, yang membahas ibu termuda. Dalam catatan itu terdapat bocah perempuan berusia 5 tahun, dia sudah melahirkan seorang bayi.
Menyadur dari Beritajatim.com media partner Suara.com, Ibu termuda ini bernama Lina Medina yang lahir di Andes, Peru pada 27 September 1933.
Gerardo Medina adalah nama anak pertamanya yang lahir pada 14 Mei 1939. Organ kewanitaan Lina Medina yang tergolong masih sangat muda, maka persalinan dilakukan secara caesar.
Ketika Lina Medina baru berusia 5 tahun 7 bulan 21 hari terjadi peristiwa tidak biasa. Berdasarkan laporan medis, siklus menstruasi Lina Medina sudah dimulai sejak usia delapan bulan. Gerardo Medina, anak Lina Medina bertahan hidup hingga 40 tahun. Pada 1979, Gerardo meninggal dunia.
Kisah Lina berasal dari catatan medisnya. Wartawan beberapa kali ingin mewawancarai bahkan dengan tawaran uang tunai untuk menceritakan kisahnya, tapi Linna menolak. Kisah Lina dimulai saat dia 5 tahun mengeluh sakit perut kepada ibunya, Victoria Losea. Sang ibu membawa Lina Medina periksa ke dokter.
Awalnya, dokter mengira Lina Medina menderita tumor. Tapi, setelah dokter melakukan peninjauan lebih lanjut, terungkap Lina Medina hamil tujuh bulan.
Meski begitu, ayah biologis Gerardo Medina belum diketahui secara pasti. Polisi sempat menangkap Tiburelo Medina, ayah kandung Lina setelah dia melahirkan bayi laki-laki. Tiburelo berprofesi sebagaii perajin perak.
Alasan penangkapan tersebut karena dicurigai memerkosa putrinya. Pada akhirnya, sang ayah dibebaskan karena kurangnya bukti.
Baca Juga: Miris, Wanita di Tapteng Lahirkan Bayi di Teras Gegara Puskesmas Tutup
Surat kabar The Teal Mango melaporkan sang ayah, tapi Tiburelo Medina membantah keras memerkosa putrinya. Setelah itu, kecurigaan polisi beralih ke sepupu Lina. Namun, kembali lagi karena kurangnya bukti, polisi tidak dapat menuntutnya.
Lina yang masih sangat muda, tidak dapat menjelaskan mengenai ayah kandung bayi secara tepat. Kemungkinan dia tidak tahu karena usianya yang masih sangat belia.
Dua tahun setelah Gerardo lahir, Lina melakukan pemeriksaan bersama spesialis anak Paul Koask, dari Universitas Columbia. Hasilnya, Lina memiliki kecerdasan di atas rata-rata dan bayinya “sangat normal”.
Sang anak dijadikan sebagai adik bayinya sama halnya dengan anggota keluarga lainnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT