Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah
Minggu, 19 Maret 2023 | 19:34 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dinobatkan sebagai Gubernur Peduli Kesejahteraan Aparatur Desa di Parkir Timur dan Kawasan Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu (19/3/2023). (Dok: Pemprov Jatim)

SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dinobatkan sebagai Gubernur Peduli Kesejahteraan Aparatur Desa dalam Peringatan 9 Tahun UU Desa pada Hari Desa Nasional di  Parkir Timur dan Kawasan Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu (19/3/2023).

Penghargaan tersebut diberikan langsung kepada Gubernur Khofifah dari Ketua Umum DPP APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia), Surta Wijaya bersama Ketua Umum DPP ABPEDNAS (Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional) Indra Utama, dan Ketua Umum DPN PPDI (Persatuan Perangkat Desa Indonesia) Widhi Hartono. 

Atas penghargaan tersebut, Gubernur Khofifah mengucapkan terimakasih sekaligus penghargaan setinggi-tingginya kepada para kepala dan perangkat desa serta  masyarakat atas kerja keras yang telah dilakukan dalam memperkuat ketahanan ekonomi.

“Hal ini juga selaras dengan prioritas pembangunan Pemprov Jatim yang fokus untuk membentuk desa mandiri dan berdaya,” ungkapnya

Baca Juga: Pemko Pekanbaru Borong Dua Penghargaan di APBD Award 2023

Lebih lanjut, penghargaan ini juga diperkuat dengan pencapaian status desa mandiri hingga mencapai 1.490 desa per Juli 2022. Pencapaian tersebut merupakan yang terbanyak secara nasional. 

Mantan Menteri Sosial ini kemudian menyebutkan, jumlah desa mandiri di Jatim pada 2022 menunjukkan kenaikan yang signifikan dibanding tahun 2021 yang saat itu hanya ada 697 desa. Artinya, dari total 6.238 desa mandiri di Indonesia, sebanyak 23,88 persen atau 1.490 desa mandiri ada di Jawa Timur. 

"Alhamdulillah capaian ini adalah hasil dari kerja keras dan komitmen kita semuanya untuk meningkatkan kualitas pembangunan pedesaan," katanya

Kedepan, Khofifah sapaan lekatnya menyampaikan Pemprov Jatim akan terus mengoptimalkan berbagai program untuk pembangunan di tingkat desa. Terutama dalam memberikan penguatan  digitalisasi yang semakin pesat.

Diakhir, Khofifah mengatakan bahwa potensi pedesaan di Jatim sangat besar. Sehingga, sangat mungkin untuk dimanfaatkan oleh suatu desa untuk memaksimalkan kemampuan yang ada di desa, maupun kemampuan masyarakatnya. Sehingga desa tersebut akan berkembang dan menjadi desa mandiri. 

Baca Juga: Gerakan Wakaf Indonesia Diluncurkan, Gubernur Khofifah Dukung Penuh untuk Turunkan Kemiskinan

“Maka mari kita sama-sama berkolaborasi membangun strong partnership untuk menjadikan desa di Jatim lebih maju mandiri  dan berdaya,” tutupnya.

Load More