SuaraJatim.id - Ribuan driver online yang tergabung dalam Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) Jawa Timur berencana melakukan aksi demo, Kamis (20/7/2023).
Humas Frontal Jatim, Daniel Lukas Rorong mengatakan, massa demo aksi akan di depan City of Tomorrow (Cito) Surabaya pada pukul 08.00 WIB.
Lokasi pertama yang akan dituju adalah Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim di Frontage Ahmad Yani. Setelah dari sana, massa akan bergeser ke kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jatim dan Polda Jatim.
Massa kemudian bergerak Kantor Wilayah (Kanwil) IV Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Jatim di Jalan Basuki Rahmat.
“Khusus di Kanwil IV KPPU Jatim, kami akan melakukan orasi cukup lama di sini meminta agar lembaga tersebut bisa membantu untuk mengawasi aplikator-aplikator transportasi online yang beroperasi di wilayah Jawa Timur agar dapat bersaing secara sehat serta tidak merugikan para mitra yakni driver online dan juga konsumen,” ujar Daniel dikutip dari Beritajatim.com--jaringan Suara.com, Rabu (19/7/2023).
Tidak berhenti Kanwil IV KPPU Jatim, massa aksi akan lanjut ke Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Daniel meminta maaf kepada masyarakat jika demo menimbulkan kemacetan pada rute-rute yang dilewati. Rencananya, aksi akan diikuti driver ojek online dan taksi online dari sejumlah kota, seperti Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban,, Sidoarjo, Mojokerto, Malang, Pasuruan, Kediri, Ponorogo, Blitar, Lumajang, Jember hingga Banyuwangi.
Ketua Dewan Presidium Frontal Jatim Herry Wahyu Nugroho mengatakan, aksi yang bertajuk “Menagih Janji Pemerintah” itu menuntut kepastian mengenai Keputusan Gubernur (Kepgub) Jatim soal transportasi online.
Pihaknya berharap, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bisa menemui langsung para peserta aksi yang akan berkumpul di depan Grahadi.
Baca Juga: Brylian Aldama Dibully Sampai Nangis Jadi Kambing Hitam di Persebaya, Ini Respons Aji Santoso
“Kami berharap, saat di Grahadi, Bu Khofifah (Gubernur Jatim) dapat menemui kami, mengingat selama ini sejak aksi demo Frontal Jilid 1 tahun 2019 sampai terakhir Frontal berubah menjadi Level 5 pada 24 Agustus 2022 lalu, beliau (Bu Khofifah) tak pernah sekalipun menemui kami saat aksi,” kata Herry.
“Kami sepakat pantang pulang dan membubarkan diri jikalau belum ada kepastian perihal Kepgub Jatim,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Presidium Frontal Jatim, Tito Achmad mengatakan, Keputusan Gubernur tersebut merupakan hasil demo Frontal Level 5 pada 24 Agustus 2022.
“Waktu demo terakhir Frontal Level 5 pada 24 Agustus 2022 lalu, tuntutan Frontal Jatim dipenuhi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, salah satunya adalah pengaturan layanan transportasi online di Jawa Timur melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jatim,” kata Tito.
Namun, karena pergub lama, akhirnya disepakati kepgub. Informasi yang diterimanya, kepgub menunggu disahkan Gubernur Jatim.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Mengurangi Flek Hitam pada Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 7 Rekomendasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
DRed FC Warnai Sepak Bola Surabaya, Bonek: Kami Tidak Akan Mendukung Dua Klub!
-
BRImo Taiwan Raih Penghargaan Inovasi, Buka Akses Finansial Lebih Luas bagi Diaspora
-
Nelayan di Sampang Ditemukan Meninggal dengan Sejumlah Luka, Polisi Buru Terduga Pelaku
-
Kering karena Kemarau Panjang: Dasar Waduk di Ngawi Disulap Jadi Ladang
-
Menembus Lumpur dan Minim Sinyal, Kepala Unit BRI Dampingi UMKM Rantau Prapat Naik Kelas