SuaraJatim.id - Teka-teki soal pelatih kepala terbaru yang akan menangani Persebaya Surabaya mulai menemui titik terang. Yang terbaru, Bajul Ijo dikabarkan bakal merekrut mantan pelatih Akademi Barcelona, Josep Gombau.
Belakangan ini, Josep Gombau santer disebut bakal segera menjadi pelatih anyar Persebaya Surabaya. Tim asal Kota Pahlawan ini memang belum punya juru taktik definitif setelah ditinggalkan oleh Aji Santoso.
Mencuatnya nama Josep Gombau jelas menjadi perbincangan yang hangat. Pasalnya, lelaki asal Spanyol ini memiliki rekam jejak yang sangat mentereng, terutama sepanjang kiprahnya di dunia racik strategi.
Oleh sebab itu, pendukung Persebaya Surabaya bisa bergembira menyambut kedatangan pelatih barunya tersebut. Sebab, mereka bisa kembali melambungkan harapan dari pelatih berusia 47 tahun ini.
Lalu, siapa sebenarnya sosok Josep Gombau? Bagaimana kiprahnya di dunia kepelatihan sehingga layak dinantikan tangan dinginnya saat menangani Persebaya Surabaya? Berikut Bolatimes.com menyajikan ulasannya.
Sebagai informasi, Josep Gombau merupakan pelatih yang tercatat lahir di Amposta, Spanyol, pada 5 Juni 1976. Saat masih muda, dia sebetulnya berposisi sebagai penjaga gawang. Dia juga tak punya catatan panjang sebagai pemain profesional.
Sebab, kariernya hanya berlangsung bersama klub lokal, Amposta, selama 1982 hingga 1991. Setelah berusia 16 tahun, dia memutuskan untuk menekuni dunia kepelatihan bersama klub yang sama selama enam tahun.
Pada 2003, lelaki bernama lengkap Josep Gombau Balague ini mendapat pekerjaan dari FC Barcelona untuk menjadi pelatih akademi. Lima tahun berselang, tepatnya pada 1999, dia menjadi Direktur Teknik FCB Escola, akademi milik Barcelona yang dibuka di Jumeirah, Dubai.
Setelah nyaris 16 tahun berkecimpung di dunia pembinaan pemain usia dini, Gombau memutuskan memulai karier profesionalnya. Klub pertama yang menggunakan jasanya ialah Kitchee yang berasal dari Hong Kong.
Baca Juga: Josep Gombau Dikabarkan Jadi Pelatih Persebaya, Uston Nawawi Yakin Lanjutkan Tren Positif
Tugasnya bersama Kitchee berlangsung selama 2009 hingga 2013. Selama rentang waktu ini, Gombau sukses mempersembahkan dua gelar juara Hong Kong First Division League pada 2010/2011 dan 2011/2012.
Tak hanya itu, ada pula gelar Hong Kong FA Cup 2011/2012 dan 2012/2013, serta satu gelar Hong Kong League Cup pada 2011/2012. Kesempatan baru datang ketika klub asal Australia, Adelaide United, merekrutnya untuk bekerja selama dua tahun pada medio 2013-2015.
Kiprahnya itulah yang membuat Federasi Sepak Bola Australia berminat untuk merekrutnya sebagai pelatih Timnas Australia U-23 pada 2016-2017. Pada saat yang sama, dia juga menjadi asisten pelatih Timnas Australia.
Setelah itu, dia tercatat menukangi Western Sydney Wanderers (2017-2018), berkarier di India bersama Odisha (2018-2020 dan 2022-2023), serta berkarier di Amerika Serikat bersama klub milik David Villa, Queensboro FC pada 2020-2022.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Magnet Digital Mudik 2026: Trafik Indosat di Jatim Melejit, Malang Jadi Episentrum Utama
-
Kolaborasi dan UMKM Dorong Kebangkitan Ekonomi Desa Empang Baru
-
Banyuanyar Green Smart Village, Bukti Kolaborasi Mampu Ubah Wajah Desa
-
Inovasi BRI: Pengguna GoPay Kini Bisa Cairkan Saldo Tanpa Kartu
-
Geopolitik Global Tekan Pasar Energi, BRI Perketat Manajemen Risiko