SuaraJatim.id - Satreskrim Polres Magetan membekuk komplotan penipuan jual beli tanah. Lima orang diamankan oleh polisi.
Kelima orang tersebut, yakni Setya Riezal (SR) , Priyo Widodo (PW), Dyah Rizky (DR), Tjia Hendra Wijaya (THW), dan Atik Selfiana (AS). Mereka berasal dari Magetan, Madiun, dan Malang.
Kasatreskrim Polres Magetan AKP Rudy Hidajanto mengatakan, kelima orang tersebut memiliki peran berbeda-beda. Mereka menggunakan sertifikat tanah yang sudah dipalsukan untuk mengelabui korbannya.
SR mendapatkan memalsukan sertifikat tanah milik seorang warga Kecamatan/Kabupaten Madiun yang memang hendak menjual tanah. Pelaku datang dengan berpura-pura akan membeli tanah tersebut. SR kemudian memotret sertifikat tanah serta KTP dan KK si pemilik tanah yang asli dengan akan dicek ke notaris.
Akan tetapi, dokumen tersebut dipalsukan dengan cara memesan melalui seseorang lewat online.
KTP pemilik tanah yang merupakan warga Madiun juga dipalsukan dengan mengganti foto pelaku.
Setelah semua dokumen dipalsukan, pelaku kemudian mengajak beberapa orang untuk bekerja sama. Ada yang berperan di balik layar, sebagai pemilik tanah, dan keponakannya.
Sertifikat dan identitas yang telah dipalsukan tersebut lantas diunggah di media sosial.
Korban yang merupakan warga Magetan tertarik dan menghubungi tersangka. Hingga akhirnya disepakati harga Rp1,5 miliar. Pembayaran dilakukan beberapa kali. Mulai 1 September 2023 hingga 13 September 2023, korban telah menyerahkan uang senilai Rp200 juta, Rp300 juta, dan terakhir Rp250 juta.
Baca Juga: Nahas, Kakek di Magetan Terjebak Kebakaran Lahan Saat Bakar Sampah
Aksi para pelaku ini terbongkar setelah dilakukan proses checking Badan Pertanahan Negara (BPN). Ternyata, sertifikat tersebut diketahui bukan produk BPN.
“Tim kami mengkroscek ke BPN, dan dokumen sertifikat hak milik (SHM) itu bukan produk BPN, atau palsu. Kami pastikan juga ke laboraturiun forensik khususnya untuk mengecek tanda tangan dan stempel yang ternyata palsu. Kami pun mengamankan tersangka sekaligus barang bukti baik SHM palsu, hingga barang yang dibeli dari uang hasil kejahatan,” ujar AKP Rudy Hidajanto dikutip dari Beritjatim.com--jaringan Suara.com, Rabu (27/9/2023)
Sementara itu, SR yang kini telah ditetapkan tersangka mengaku baru sekali melancarkan aksinya. Ia juga menyebut, uang hasil penipuan telah dibagikan sesuai peran masing-masing.
“Uangnya kami bagi sesuai peran. Saya sendiri dapat Rp120 juta, uangnya sudah habis,” kata SR.
Para pelaku terancam pasal 254 atau 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun penjara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Angin Kencang Terjang Bondowoso, 4 Rumah Rusak dan Kerugian Capai Rp25 Juta
-
Tinggalkan Hotel Demi Jemput Istri Sah, Motif Cemburu di Balik Jagal Ibu dan Balita di Madiun
-
Buyback BRI Berlanjut, Aset Tumbuh 11,7% pada Semester I 2026
-
Perselisihan di Hotel Diduga Jadi Motif Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
-
Terkam CCTV! Perawat Puskesmas Kwanyar Laporkan Kades ke Polisi atas Dugaan Penganiayaan