SuaraJatim.id - Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia memberikan sanksi kepada Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pamekasan No'man Afandi.
Sanksi tersebut buntut kebijakan toilet siswa berbayar yang sempat viral. Kasus tersebut bikin heboh setelah salah seorang guru mengaku dimutasi usai memprotes kebijakan itu.
Kepala Kantor Kemenag Pamekasan Mawardi mengatakan, kepala sekolah diberikan sanksi penundaan kenaikan pangkat. "Sanksi yang diberikan kepada yang bersangkutan berupa penundaan kenaikan pangkat," ujarnya dikutip dari Antara, Senin (9/10/2023).
Mawardi menjelaskan, sanksi tersebut berdasarkan hasil penyeledikan dan pemeriksaan yang telah dilakukan Itjen Kemenag RI beberapa waktu lalu.
Kebijakan toilet berbayar di MAN 1 Pamekasan tersebut terbongkar setelah salah satu guru bernama Mohammad Arif memberi pengakuan yang kemudian viral di media sosial.
Mohammad Arif yang tidak setuju dengan kebijakan tersebut justru dimutasi ke sekolah swasta.
"Jenis sanksi oleh Itjen Kemenag RI kepada Kepala MAN I Pamekasan ini, berdasarkan informasi yang disampaikan kepada kami, atas hasil penyelidikan yang dilakukan di Pamekasan," katanya.
Beberapa waktu lalu, No'man Afandi memberikan keterangan terkait kebijakan memberlakukan toilet berbayar bagi siswa. Dia beralasan, toilet sering digunakan untuk menghindari mata pelajaran tertentu.
Selain itu, kamar mandi juga sering digunakan siswa untuk merokok. "Jadi, mereka izin ke kamar mandi tapi sebenarnya bukan untuk mandi. Mereka hanya diam di sana dengan teman-temannya," kata No'man.
Baca Juga: Aktivitas Umrah Backpacker Dinilai Terlalu Berisiko, Kemenag DIY Siap Lakukan Pengawasan
Dia juga menyampaikan, kondisi toilet yang bau dan kotor karena siswa sering buang air kecil tidak disiram. "Anak-anak juga kadang iseng dengan membuka bak mandi sehingga air tidak pernah terisi," kata dia.
Pihak sekolah kemudian menetapkan aturan toilet berbayar. Aturan tersebut berlaku khusus untuk toilet siswa laki-laki. "Ketentuan ini hanya untuk putra, sedang putri tidak," ucapnya.
"Akan tetapi, jika mereka tidak punya uang, tetap kami persilakan untuk ke kamar mandi selama jam belajar. Alhamdulillah anak-anak mulai ada kesadaran dan tanggung jawab," kata No'man.
No'man menyampaikan, uang yang terkumpul dari toilet berbayar tersebut lantas disumbangkan ke masjid. Kebijakan tersebut berlaku selama 3 bulan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
ADVAN Ajak Komunitas Pelari Malang Hidup Aktif lewat Run Like a Pro
-
BRI Money Changer, Tukar Valas Kini Lebih Mudah di Lokasi Terdekat
-
Nekat! Kecanduan Judi Online, Dua Remaja Bobol 13 Sekolah di Tuban-Rembang
-
Pilu! Hilang Dini Hari, Mbah Lastri Ditemukan Tak Bernyawa di Jurang Magetan
-
BRI Peduli Temani Langkah Mahesa, dari Jalan Kaki Terjebak Banjir Rob Kini Pakai Sepeda