SuaraJatim.id - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi penuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (12/10/2023).
Yuhronur diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan pembangunan kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur.
Melansir dari Antara, Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri membenarkan mengenai pemeriksaan Bupati Yuhronur hari ini. "Yuhronur Efendi, bupati Lamongan," katanya.
Dia menjelaskan, diduga kasus korupsi pengadaan pembangunan kantor Pemkab Lamongan ini terjadi di rentang waktu antara Tahun 2017 hingga 2019.
Diketahui pembangunan kantor Pemkab Lamongan menggunakan APBD Pemkab Lamongan Tahun Anggaran 2017-2019.
Sebelumnya, KPK telah menggeledah rumah dinas Bupati Lamongan. Selain itu, juga Kantor Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Lamongan.
Penggeledahan tersebut terkait mencari data mengenai proyek pembangunan gedung Pemda periode 2017-2019.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Kronologi Anak Terjepit Teralis Bangku di RSUD Jombang, Damkar Turun Tangan
-
Warga Keluhkan Parkir Liar di Tulungagung, Dipungut Rp 5 Ribu di Depan Hotel
-
Miris! Lansia Tokoh Masyarakat Cabuli Anak di Surabaya, Korban Diancam dan Diiming-imingi Jajan
-
Pacitan Diguncang 1.135 Gempa Sepanjang 2025, BPBD Ingatkan Kesiapsiagaan Warga
-
Kasus Napi Aniaya Napi di Lapas Blitar Berujung Maut, Korban Tewas Kritis dan Stroke Otak