SuaraJatim.id - Seorang bakal calon legislatif (Bacaleg) di Probolinggo ngamuk datangi kantor Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu pada Kamis (2/11/2023). Dia tidak terima bannernya diturunkan oleh perangkat desa.
Mahfud Hidayatullah, bacaleg Kabupaten Probolinggo tersebut kecewa bannernya diturunkan tanpa ada pemberitahuan.
Penurunan alat peraga kampanye (APK) tersebut dilakukan oleh oknum perangkat desa pada Rabu (1/11/2023) malam. Padahal, menurut Mahfud, bannernya tidak melanggar karena belum penetapan Daftar Calon Tetap atau DCT.
"Jika mengacu pada aturan Bacaleg, tidak boleh berkampanye ketika sudah ada penetapan Daftar Calon Tetap atau DCT. Sementara DCT baru tanggal 4. Artinya tidak ada larangan, kan. Sehingga tidak melanggar," ujarnya dikutip dari TIMES Indonesia--jaringan Suara.com, Kamis (2/11/2023).
Dia menyebut penurunan tersebut merupakan diskriminasi terhadapnya. Mahfud sempat mengklarifikarifikasinya ke kantor desa setempat.
"Ternyata karena tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada kepala desa. Sehingga kepala desa meminta perangkatnya untuk menurunkan. Meskipun dari empat desa wilayah pemilihan saya, ini yang pertama harus ada pemberitahuan, maka saya tetap menghormatinya," katanya.
Saat ini semua masalah sudah selesai. Mahfud mengaku telah meminta izin dan akan kembali memasang APK tersebut.
Sementara itu, Sekdes Watuwungkuk, Ichsan Wahyudi mengungkapkan, kepala desa meminta pemasangan baliho atau semacamnya untuk memberitahukan terlebih dahulu.
Pihak desa meminta sebelum memasang ada pemberitahuan minimal secara lisan. Aturan tersebut diberlakukan agar wilayah setempat terlihat lebih rapi.
Baca Juga: Pegumuman DCT, Bawaslu Pekanbaru Bakal Tertibkan Alat Kampanye Caleg
"Jadi ini hanya miss saja. Tadi sudah disampaikan jika yang bersangkutan akan menemui kepala desa, dan selanjutnya akan dipasang kembali," kata Ichsan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Banjir Lahar Hujan Semeru Over Skala Terjang Lumajang, Satu Dusun Terisolir Total
-
Bukannya Dapat Penghargaan, 7 Polisi Penangkap 3 Legislator Gerindra Malah 'Dibuang' ke Polsek
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP