Hairul Alwan
Selasa, 12 Desember 2023 | 07:55 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) mengamati perahu para nelayan saat peringatan Hari Nusantara ke-24 tahun 2023 di Pantai Kenjeran Surabaya, Senin (11/12/2023). [ANTARA/HO-Biro Adpim Jatim]

SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendatangi wilayah sekitar Pantai Kenjeran Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Senin (11/12/2023).

Khofifah mengapresiasi peran nelayan yang telah memberikan banyak kontribusi, salah satunya menjadi pemersatu Indonesia sebagai negara bahari.

Berdasarkan data statistik Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, volume ekspor perikanan Jawa Timur tertinggi nasional mencapai 385.083 ton.

"Nelayan tidak hanya memberi kontribusi terhadap produk domestik regional bruto dan produk domestik bruto," katanya Khofifah dikutip dari ANTARA, Selasa (12/12/2023).

"Nelayan juga telah membangun kekuatan untuk bisa menyiapkan logistik terutama ketahanan pangan," ungkap Khofifah saat peringatan Hari Nusantara ke-24 tahun 2023 yang dihadiri ribuan nelayan di Surabaya.

Menurut Khofifah, sektor kelautan dan perikanan menjadi faktor penting dalam mewujudkan visi Indonesia emas 2045.

Khofifah mengungkapkan, berbagai produk ikan yang dihasilkan menjadi asupan pangan utama guna menyiapkan generasi unggul 2045.

"Jawa Timur memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Produksi perikanan tangkap kita tertinggi secara nasional sebesar 598.317 ton. Sedangkan perikanan budi daya tertinggi kedua nasional sebesar 1.314.200,80 ton," paparnya.

Ia pun memaparkan produksi perikanan tangkap dan budi daya tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan di dalam provinsi saja, melainkan juga berhasil menembus pasar luar negeri.

Baca Juga: APK di Pasuruan dan Jawa Timur Dirusak, Timnas AMIN: Sudah Punya Kami Sedikit, Dirusak Lagi

Menurut data statistik Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, volume ekspor perikanan Jawa Timur tertinggi nasional mencapai 385.083 ton.

Sementara, produksi garam Jawa Timur juga tertinggi nasional sebesar 402.845,84 ton pada tahun 2022 lalu.

Khofifah optimis capaian tersebut masih bisa ditingkatkan lagi, mengingat Provinsi Jawa Timur memiliki panjang pantai di sepanjang 3.543,54 kilometer.

Selain itu, Khofifah juga menyebut pengelolaan wilayah laut Jawa Timur seluas 5,2 juta hektare melintasi 22 kabupaten/kota berpesisir di bagian utara dan selatan, Pulau Madura, serta 504 pulau-pulau kecil di wilayah Jatim.

Ditunjang oleh potensi sumber daya manusia yang besar, di antaranya 235 ribu nelayan, 277 ribu pembudi daya ikan, 7 ribu petambak garam, 18 ribu unit usaha pemasaran, 8 ribu unit pengolah ikan mikro dan 428 unit pengolah ikan besar.

"Dengan potensi kelautan yang kita miliki, semoga bisa membangun semangat untuk terus tumbuh dan melaju. Serta semoga kesejahteraan nelayan, petambak, dan pembudi daya bisa terus meningkat," pungkasnya.

Load More