SuaraJatim.id - Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah siswa SD mengendarai sepeda listrik viral dan menjadi perbincangan warganet di media sosial.
Pasalnya aksi mereka terbilang membahayakan untuk usia mereka. Video viral itu dibagikan akun instagram @banyuwangi_hitss.
Dalam video berdurasi 18 detik itu terlihat sejumlah siswa SD mengendarai sepeda listrik. Setidaknya ada 6 anak SD yang masih mengenakan seragam sekolah tampak masing-masing menaiki sepeda listrik.
Mereka terlihat berhenti di depan rumah warga. Para siswa SD itu kemudian pergi satu per satu. Tampak salah satu anak masih belum cukup tinggi untuk ukuran sepeda listrik yang dikendarainya.
Seperti diketahui, memakai sepeda listrik sangat berbahaya bagi anak-anak, terutama anak yang masih duduk di bangku SD. Sayangnya, banyak orang tua yang tidak tahu atau bahkan abai dengan hal ini.
Ada beberapa bahaya menggunakan sepeda listrik bagi siswa SD, seperti resiko kecelakaan tinggi hingga melanggar UU berkendara.
Unggahan tersebut mendapat beragam komentar dari netizen yang mayoritas tidak setuju siswa SD mengendarai sepeda listrik.
"Dear mama-mama yang lagi fomo beli sepeda listrik buat anaknya tolong banget jangan dikasih naik sepedanya sampai ke jalan raya besar, mereka itu kadang suka seenaknya," komen ichaa***.
"Kalau sudah ada satu yang kejadian, orang tuanya baru mau ngantar," kata kang***.
Baca Juga: Viral Aksi Vandalisme Sasar Mobil Ambulans di Kota Malang, Pelaku Terekam Kamera CCTV
"Mending diantar jemput," ujar yunda***.
"Beli sepeda listrik itu boleh-boleh saja, tapi tidak perlu anak seusia mereka diijinkan mengendarai sendiri, bawanya juga masih ngawur belum tau aturannya, nanti kalau ada apa-apa di jalan nyalahin orang lain. Lebih baik diantar jemput kan bisa," komen rist***.
"Resiko ditanggung orang tua masing-masing," kata ernald***.
"Ngeri banget gaada suaranya tiba-tiba nyalip, tau-tau belok," komen nurlay***.
Berita Terkait
-
Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek
-
Viral Warga Mesuji Sembelih Tapir, DPR Desak Pelaku Segera Diproses Hukum
-
Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga
-
Tradisi Petik Laut Muncar, Wujud Syukur Nelayan Banyuwangi kepada Laut
-
Viral Aneh di Piala Dunia 2026: Foto Lewat TV dan Unggah di Sosmed Jadi Tren
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
BRI Perkuat Sistem Anti-Fraud, Pelanggaran Berunsur Pidana Langsung Dilaporkan
-
Turunkan Stunting hingga 14,7%: Gubernur Jatim Terima Penghargaan dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia
-
Gadis 19 Tahun di Lumajang Tewas Tak Berbusana, Ada Luka Sayatan
-
Kajari dan Kasi Pidum Kejari Tuban Dinonaktifkan, Diduga Terkait Suap Tambang
-
Terungkap Motif di Balik Tewasnya Siswa SMP Lumajang: Dendam Tiga Hari karena Teguran Guru