SuaraJatim.id - Polres Bangkalan menetapkan tujuh orang tersagka kasus ledakan mortir di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Untuk diketahui, akibat ledakan mortir tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Heru Cahyo mengatakan, sebanyak tujuh orang tersangka tersebut merupakan warga asli Kecamatan Kamal, Bangkalan.
“Mereka semua warga Kamal. Tujuh tersangka perannya beda-beda,” tuturnya, Senin (1/1/2024).
Adapun para pelaku, yakni MH (43) pemilik gudang besi tua dan S (19), pekerja yang melakukan pengelasan di gudang tersebut. Tak hanya itu, pelaku lain yakni MI (44), yang menjual mortir ke MH.
“Selain tiga pelaku itu ada dua penyelam yakni MJ (51) dan MR (41) dan dua helper yang membantu penyelam menarik mortir ke atas kapal yakni insial SG (43) dan AU (28),” sambungnya dikutip dari BeritaJatim -jaringan Suara.com.
Heru menjelaskan, ledakan terjadi saat pelaku S melakukan pengelasan di atas mortir. Suhu panas yang ditimbulkan dari pengelasan diduga memicu peluru mortir itu meledak.
“Ledakan bermula saat S sedang mengelas lempengan baja dan menggunakan benda yang diduga peluru mortir itu sebagai alas dan hantaran panas memicu ledakan itu,” pungkasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, ledakan mortir yang menyebabkan satu nyawa melayang dan lima orang dirawat di rumah sakit Bangkalan dipicu adanya proses pengerjaan di gudang besi tua di Desa Banyuajuh.
Saat itu, para pekerja dikagetkan dengan adanya kebakaran api dan tak lama kemudian disusul ledakan hebat. Informasinya, sebanyak tiga buah mortir meledak dan satu meluncur ke pelabuhan Kamal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
BRI Hadir untuk Korban Gempa NTT, Bangun Posko Logistik BRI Peduli
-
Operasi Karhutla Gunung Bromo TNBTS Selesai, Posko Resmi Ditutup
-
Diiming-imingi Gaji Rp9 Juta di Singapura, Tiga Calon PMI Diduga Ditampung Dua Bulan di Bondowoso
-
Kasus Tambang Ilegal Tuban Meluas, Dua Nama Dilaporkan ke Polisi
-
Tragedi Berdarah di Pademawu: Siswi SD Tewas Di Tangan Ibu Kandungnya