Andi Ahmad S
Senin, 01 Januari 2024 | 21:56 WIB
Lokasi ledakan diduga mortir di Bangkalan (Foto: Zamachsari/beritajatim.com)

SuaraJatim.id - Polres Bangkalan menetapkan tujuh orang tersagka kasus ledakan mortir di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Untuk diketahui, akibat ledakan mortir tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Heru Cahyo mengatakan, sebanyak tujuh orang tersangka tersebut merupakan warga asli Kecamatan Kamal, Bangkalan.

“Mereka semua warga Kamal. Tujuh tersangka perannya beda-beda,” tuturnya, Senin (1/1/2024).

Adapun para pelaku, yakni MH (43) pemilik gudang besi tua dan S (19), pekerja yang melakukan pengelasan di gudang tersebut. Tak hanya itu, pelaku lain yakni MI (44), yang menjual mortir ke MH.

“Selain tiga pelaku itu ada dua penyelam yakni MJ (51) dan MR (41) dan dua helper yang membantu penyelam menarik mortir ke atas kapal yakni insial SG (43) dan AU (28),” sambungnya dikutip dari BeritaJatim -jaringan Suara.com.

Heru menjelaskan, ledakan terjadi saat pelaku S melakukan pengelasan di atas mortir. Suhu panas yang ditimbulkan dari pengelasan diduga memicu peluru mortir itu meledak.

“Ledakan bermula saat S sedang mengelas lempengan baja dan menggunakan benda yang diduga peluru mortir itu sebagai alas dan hantaran panas memicu ledakan itu,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, ledakan mortir yang menyebabkan satu nyawa melayang dan lima orang dirawat di rumah sakit Bangkalan dipicu adanya proses pengerjaan di gudang besi tua di Desa Banyuajuh.

Baca Juga: KH. Marzuki Mustamar Dicopot dari Ketua PWNU Jatim, Pengamat: Bukti Lumbung Elektoral Terbesar kaum Nahdliyin

Saat itu, para pekerja dikagetkan dengan adanya kebakaran api dan tak lama kemudian disusul ledakan hebat. Informasinya, sebanyak tiga buah mortir meledak dan satu meluncur ke pelabuhan Kamal.

Load More