SuaraJatim.id - Perusahaan bidang maritim dan logistik, Meratus melihat potensi bisnis yang cerah untuk luar Jawa.
Meratus membidik pasar yang lebih luas dengan menambah kapal kargo. CEO Meratus Farid Belbouab mengatakan, kapal kargo baru ini akan memiliki lebih dari 47 rute di seluruh Indonesia.
Dia melihat potensi yang masih terbuka cukup besar di luar Jawa. "Kami melihat ada potensi di Jawa, tetapi terutama di luar Jawa, seperti Sulawesi, Kalimantan, Sumatera dan juga Nusa Tenggara," ujarnya dikutip dari Antara, Senin (5/2/2024).
Farid menjelaskan, untuk memperkuat pasar, pihaknya juga menambah 220 reefer kontainer bersistem refrigerasi atau sistem pendingin untuk menjaga suhu di dalam peti kemas.
Tujuannya untuk memperkuat bisnis cold chain. Selain juga memberikan solusi kepada konsumen.
"Kehadiran kontainer baru demi memastikan kelancaran pengangkutan barang-barang yang sensitif terhadap suhu. Untuk menunjukkan dedikasi kami yang terus berinovasi dengan memenuhi permintaan industri, dengan memperkenalkan MFresh sebagai investasi strategis di sektor cold chain," katanya.
Sementara itu, Kabid Perkapalan dan Kepelautan Tanjung Perak Hendrik Kurnia Adi optimistis, investasi yang dilakukan Meratus berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Kami menyambut baik dengan Inovasi yang dilakukan Meratus yang bisa memberi layanan baik pada pelanggannya. Kami berharap hadirnya unit kapal Meratus Cilegon ini mampu memberi kontribusi terhadap perekonomian Indonesia," katanya.
Baca Juga: 245 Kades di Tuban Log In Dukung Relawan Jokowi: Kami Akan Kawal Program Joko Widodo
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Karhutla Bromo Belum Usai Dihitung, TNBTS Mulai Kaji Total Kerugian
-
8 Kontribusi BRI untuk Indonesia Dalam Momentum HUT ke-81 RI
-
Bromo Belum Sepenuhnya Aman: Debu Setan Mengancam Savana yang Terluka
-
Detik-detik Sopir Truk Sumbu Pendek Hancurkan Kaca Bus Restu Panda di Madiun