SuaraJatim.id - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur Nyono menyebut jumlah pemudik pada lebaran 2024 diprediksi meningkat.
Berdasarkan badan kajian kebijakan transportasi Kemenhub diprediksi pergerakan pemudik seluruh Indonesia tahun ini naik 56,38 persen, dari 123 juta pergerakan orang menjadi 193 juta pergerakan orang saat Idulfitri.
"Untuk di Jatim itu ada dari sekian 193 juta pergerakan orang itu, 16,2 persen ada di Jatim, sekitar 31,3 juta orang," ujarnya pada Minggu (31/3/2024).
Nyono mengaku telah menyiapkan sejumlah armada untuk masa angkutan lebaran 2024. Sedikitnya ada 6637 armada bus yang akan siaga baik di terminal tipe A atau B. "Kemudian 90 trainset atau rangkaian kereta api," katanya.
Sedangkan untuk angkutan udara akan ada 182 penerbangan yang melayani selama angkutan lebaran. Sementara angkutan laut disediakan 55 kapal.
"Mudah-mudahan kesiapan Armada kami bisa memberikan layanan untuk rangkaian sebesar itu di Jawa Timur," katanya.
Dishub Jatim akan memberlakukan pembatasan angkutan barang melintas yang rencananya mulai Tanggal 5-16 April 2024.
Pembatasan tersebut berlaku untuk sejumlah ruas jalan baik di tol maupun non-tol. "Non-tol itu ada di Pandaan-Malang, Probolinggo-Lumajang, Madiun-Caruban-,Jombang sama Banyuwangi-Jember," katanya.
"Kemudian ada di jalan tol itu Ngawi-Kertosono-Jombang-Surabaya-Gempol-Pasuruan-Probolinggo, yang kedua ada di Surabaya-Gresik dan Pandaan-Malang," imbuhnya.
Kendaraan besar yang dilarang melintas, yakni truk barang dengan sumbu tiga atau lebih dan kereta tempelan. Termasuk angkutan barang yang mengangkut pasir dan batu.
Baca Juga: 2 Maskapai Siap Terbang dari Bandara Internasional Dhoho Kediri, Dibuka Saat Mudik Lebaran?
Terkecuali beberapa angkutan barang, yakni bahan bakar minyak (BBM) atau bahan bakar gas (BBG) boleh melintas. Selanjutnya barang ekspor dan impor dari dan ke pelabuhan, air minum, bahan pokok, ternak, pupuk, hantaran pos dan uang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Nenek Suhaena Ditemukan Hangus Terbakar di Ladang Sunyi Sumenep
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Sepenggal Kisah Ketulusan Warga Jombang di Muktamar NU: Sumbang Beras, Sayur hingga Sapi
-
Gus Yusuf di Muktamar NU: Jangan Jegal Kader, Kembalikan Pemilihan ke AD/ART
-
Sudah Ambil Sikap! Nasaruddin Umar Akhirnya Buka Suara soal Pencalonan Ketum PBNU