SuaraJatim.id - Seorang remaja berinisial DHS (18) asal Menganti Gresik terancam dipenjara, usai terbukti menyebabkan SA (16), pelajar asal Wringinanom yang meninggal dunia akibat terjatuh dari motor.
DHS menendang motor SA yang membuatnya mengalami luka parah sebelum akhirnya meninggal dunia.
Pelaku telah diamankan Polres Gresik. Terkini, dia dijerat Pasal 80 dan pasal 76 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. DHS terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda hingga Rp3 miliar.
Kasatreskrim Polres Gresik AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz mengatakan, kejadian tersebut berawal saat dua pelajar berinisial SA (16) dan MS (17) asal Kecamatan Wringinanom mengendarai motor.
Keduanya berboncengan mengendarai motor Honda Vario. Mereka bersama dua rekannya yang lain beriringan berkendara di wilayah Menganti, Gresik.
Kemudian datang sekelompok pemuda berjumlah enam orang menggunakan empat motor memepet keempat pelajar. Mereka pun ketakutan hingga mempercepat laju kendaraannya.
Namun, korban SA dan MS yang melaju ke arah selatan, justru dikejar oleh enam pemuda tersebut.
Saat melintas di Jalan Desa Wedoroanom, motor korban dipepet oleh dua orang pelaku. Tidak hanya itu, pelaku DHS menendang setir motor korban yang membuatnya oleng dan terjatuh.
Korban SA mengalami luka parah di kepala dan akhirnya meninggal dunia. Sementara itu, rekannya MS mengalami luka-luka.
Baca Juga: Terulang Lagi, Nyawa Pelajar Melayang Diduga Akibat Ulah Oknum Gerombolan Pesilat
“Setelah kami menerima laporan dari keluarga korban. Tim Resmob Polres Gresik bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi tersangka DHS. Selanjutnya diamankan di pinggir jalan Desa Domas, Kecamatan Menganti, Gresik,” ujar AKP Abid Uais dilansir dari BeritaJatim--partner Suara.com, Rabu (19/2/2025).
Berdasarkan keterangan yang hasil pemeriksaan yang didapatkan kepolisian, saat kejadian DHS bersama dengan lima temannya melakukan sweeping di area Menganti.
Pengakuan DHS kepada polisi, dia mengejar korban karena melarikan diri saat didekati.
Abid menyebutkan sudah mengamankan sejumlah barang bukti terkait kasus tersebut.
“Dalam kasus ini, kami mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya satu unit motor Honda Vario warna hitam (milik korban). Serta satu unit sepeda motor Honda CRF warna hitam milik tersangka, dan satu buah jaket,” tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Dari UMKM Desa ke Pasar Global, TSDC Bali Tumbuh Bersama BRI
-
Genteng Lokal Kian Diburu, UMKM Majalengka Catat Omzet Ratusan Juta
-
Manfaatkan Promo BRI Ramadan, Momen Kebersamaan Jadi Lebih Hemat
-
Dua Mahasiswa Jatim Dievakuasi dari Iran, Ini Kata Khofifah
-
Peta Rawan Arus Mudik Lebaran 2026 di Jawa Timur, Polisi Soroti Jalur Pantura hingga Rest Area Tol