SuaraJatim.id - Nihal Tufailah baru saja mendaftarkan merek dagangnya ke kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Jawa Timur. Merek dagang yang didaftarkannya bergerak di sektor kosmetik.
Tahun lalu dia daftarkan produknya itu. Senin (21/4/2025), dia datang ke Kanwil Kemenkum Jatim untuk mengambil sertifikat pendaftaran produknya itu. Produk kosmetiknya kini sudah resmi terdaftar di Kemenkum.
“Alhamdulillah prosesnya cepat. Hanya sekitar sembilan bulan saja. Saya daftarkan ini agar dapat perlindungan dari negara. Serta, produk kosmetik yang saya buat bisa dipasarkan lebih luas lagi,” kata Nihal.
Kanwil Kemenkum Jatim mencatat, di triwulan pertama 2025, ada 10.333 permohonan perlindungan produk kekayaan intelektual. Angka itu naik 50 persen dari periode yang sama di tahun lalu.
Kepala Kanwil Kemenkum Jatim Haris Sukamto mengatakan, dari sisi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari permohonan perlindungan produk kekayaan intelektual tercatat mencapai Rp 12,17 miliar.
Angka itu meningkat 12,04 persen dibanding periode yang sama tahun lalu di angka Rp 10,87 miliar. Semua itu dari pendaftaran merek, pencatatan karya cipta maupun pendaftaran paten dan lainnya.
Kenaikan itu menurutnya karena adanya penyesuaian tarif BNPB. Masyarakat pun banyak yang memanfaatkan kebijakan itu. Salah satunya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Misalnya saja mendaftarkan merek. Kalau untuk umum mencapai Rp 1,8 juta. Sedangkan, jika mendaftar dengan melampirkan surat keterangan sebagai UMKM binaan pemprov maupun pemkab/pemkot, ada insentif khusus. Hanya bayar Rp 500 ribu,” ungkapnya.
Haris membeberkan, di Jatim masih memiliki banyak potensi untuk terus dikembangkan. Seperti indikasi geografis untuk dijadikan produk unggulan. Setidaknya, ia mencatat ada 14 produk yang memiliki potensi besar.
Baca Juga: Batik Tulis Lokal Go Internasional dengan Dukungan BRI
“Termasuk juga penguatan merek kolektif. Seperti ikan asap di Probolinggo dan pengembangan kawasan karya cipta. Seperti kampung animasi di Malang dan Gandrung Sewu di Banyuwangi,” bebernya.
Termasuk juga fenomena sound horeg. Hal itu juga memiliki potensi untuk dilindungi sebagai produk kekayaan intelektual, yakni melalui pencatatan hak cipta atas seni pertunjukannya. “Sehingga para pelaku kreatif lokal ini bisa mendapatkan pengakuan dan perlindungan hukum atas karya mereka,” tegasnya.
Haris menilai komunitas sound horeg di Jawa Timur berkembang menjadi besar, bahkan hingga saat ini telah menyebar ke kota - kota lainnya di Indonesia.
Meski sebenarnya sound horeg muncul dari komunitas, namun bisa dapat didaftarkan ide kreatifnya atas kepemilikan desain secara personal.
Ia pun ingin mengoptimalisasikan kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi dan pelaku usaha dalam bentuk pendampingan dan promosi bersama. Pemanfaatan teknologi digital untuk sosialisasi.
Termasuk pendekatan berbasis potensi lokal dan pemetaan wilayah prioritas, dapat menjadi dasar percepatan peningkatan permohonan. Termasuk pemanfaatan kekayaan intelektual secara merata dan berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
Terkini
-
Kapolres Bojonegoro: 11 Kasus Narkoba Berhasil Diungkap dalam Dua Bulan Terakhir
-
Kronologi Penemuan Granat Nanas di Lemari Warga Jember, Berawal dari Kiriman Orang Tua
-
Trans Jatim Gratis Saat Lebaran 2026, Warga Bisa Silaturahmi Nyaman Tanpa Biaya
-
Mudik Lebaran 2026: BRI Operasikan Posko Lebaran 2026 dan 238 Armada Bus Gratis
-
Gubernur Khofifah Beri Kado Spesial Lebaran 1447 H, Layanan Trans Jatim Gratis Bagi Masyarakat