Mereka mengumpulkan informasi mengenai pergerakan anggota PKI, lokasi basis mereka, serta nama-nama tokoh yang menjadi target.
Informasi ini kemudian dilaporkan ke pusat komando di Nurul Jadid untuk dianalisis sebelum mengambil tindakan. Gerakan ini dilakukan secara senyap dan terstruktur, berkoordinasi dengan aparat keamanan. Taktik ini terbukti efektif untuk melumpuhkan sel-sel PKI di wilayah Tapal Kuda tanpa menimbulkan kekacauan yang lebih besar.
Peran KH Zaini Mun'im dalam peristiwa G30S PKI di Probolinggo menjadi bukti bahwa perlawanan terhadap komunisme saat itu tidak hanya dimotori oleh militer.
Para ulama dan santri, dengan kekuatan spiritual, jaringan yang solid, dan kecintaan pada tanah air, menjadi benteng pertahanan ideologi bangsa yang kokoh di tingkat akar rumput.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
Terkini
-
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Jateng Perdana 2026 dan Sukses Catatkan Transaksi
-
Jembatan Darurat di Probolinggo Putus Lagi Diterjang Banjir Ekstrem, Akses Warga Terancam
-
Puting Beliung Terjang 2 Desa di Blitar, 4 Rumah Warga Rusak
-
5 Fakta Korupsi Lampu Hias Probolinggo, Modus Alih Pekerjaan Terbongkar
-
CEK FAKTA: WNI Jadi Tentara AS Klaim Bayar Ratusan Juta Masuk TNI, Benarkah?