Mereka mengumpulkan informasi mengenai pergerakan anggota PKI, lokasi basis mereka, serta nama-nama tokoh yang menjadi target.
Informasi ini kemudian dilaporkan ke pusat komando di Nurul Jadid untuk dianalisis sebelum mengambil tindakan. Gerakan ini dilakukan secara senyap dan terstruktur, berkoordinasi dengan aparat keamanan. Taktik ini terbukti efektif untuk melumpuhkan sel-sel PKI di wilayah Tapal Kuda tanpa menimbulkan kekacauan yang lebih besar.
Peran KH Zaini Mun'im dalam peristiwa G30S PKI di Probolinggo menjadi bukti bahwa perlawanan terhadap komunisme saat itu tidak hanya dimotori oleh militer.
Para ulama dan santri, dengan kekuatan spiritual, jaringan yang solid, dan kecintaan pada tanah air, menjadi benteng pertahanan ideologi bangsa yang kokoh di tingkat akar rumput.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Korset dari Kuala Lumpur: Siasat Gagal WNA Malaysia Selundupkan Sabu Rp2,7 Miliar
-
Mapolsek Beji Memanas! Warga Gununggangsir Tuntut Nyawa Widi Dibayar Keadilan
-
Ze Gomes Ubah DNA Madura United, Intensitas Tinggi Jadi Kunci Musim Baru
-
BRI Kian Solid, Kuartal I 2026 Bukukan Setoran Kepada Negara 8,1 Triliun
-
Teriakan Ampun Pak yang Berakhir Duka: Misteri Kematian Widi di Tangan Oknum Polsek Beji