- Akan berlangsung sampai situasi dan kondisi warga terdampak sudah membaik
- BMKG melaporkan terjadi gempa bumi dengan magnitudo 5,7 dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,4
- Jumlah rumah terdampak gempa bumi sebanyak 145 rumah
SuaraJatim.id - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menyediakan sebanyak 1.200 nasi bungkus.
Untuk kebutuhan makan warga terdampak gempa bumi dan relawan yang terlibat dalam penanganan bencana tersebut.
"Setiap harinya dapur umum menyediakan 1.200 nasi bungkus, yang didistribusikan dua kali dalam sehari, termasuk untuk relawan," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Situbondo Timbul Harjanto, di Situbondo, Minggu 28 September 2025.
Menurut dia, dapur umum tanggap darurat gempa bumi itu didirikan di Kecamatan Banyuputih sejak Jumat (26/9) dan akan berlangsung sampai situasi dan kondisi warga terdampak sudah membaik, sehingga bisa beraktivitas seperti semula.
"Pendirian dapur umum bagi korban bencana gempa bumi ini sampai kondisi dan situasi membaik," ujarnya.
Pada Kamis (25/9) pukul 16.04 WIB, BMKG melaporkan terjadi gempa bumi dengan magnitudo 5,7 dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,4.
Berpusat 18 kilometer tenggara laut Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, dengan kedalaman 12 kilometer, namun tidak berpotensi tsunami.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo mencatat hingga Sabtu (27/9) pagi.
Jumlah rumah terdampak gempa bumi sebanyak 145 rumah yang tersebar di empat desa di Kecamatan Banyuputih, yakni Desa Sumberwaru, Sumberanyar, Sumberejo, dan Wonorejo.
Baca Juga: Jurus Jitu Khofifah Selamatkan Pertanian Situbondo dari Banjir dan Kekeringan
Pemerintah Kabupaten Situbondo telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari.
Terhitung sejak 26 September hingga 9 Oktober 2025 untuk mempercepat layanan dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak bencana gempa selama fase tanggap darurat terpenuhi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
KPK Duga Sejumlah Kantor Pertanahan Setor Uang ke Oknum Kanwil BPN Jatim
-
Geger Kerangka Manusia Ditemukan di Kawasan Hutan Kedungpring Lamongan
-
Korban KM Virgo Transport 8, Jenazah Taruno Akhirnya Pulang ke Madiun, Adik Masih Dicari
-
Waspada! Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Vulkanik Tembus 1,3 Kilometer
-
Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari